Literasi Pengendalian Tembakau untuk Mahasiswa Dinilai Strategis

Caption : Contoh karya poster peserta lomba konten digital Pengendalian Tembakau. (ist)

BACAMALANG.COM – Program Pengabdian Masyarakat Akademisi Ilmu Komunikasi Lintas Kampus yang digagas IKB LSPR (Institut Komunikasi Bisnis London School of Business (IKB LSPR) Jakarta dengan 15 dosen dari 15 kampus masih berlanjut.

Literasi pengendalian Tembakau di kalangan Mahasiswa dinilai strategis, dan perlu dilanjutkan. Hal ini disampaikan salah satu pemateri dan tim pengabdian masyarakat (pengmas) Dosen UII Yogyakarta, Masduki.

Ading, panggilan Masduki yang aktif memperjuangkan reformasi iklan tembakau di media penyiaran ini optimis bahwa literasi pengendalian tembakau di kalangan mahasiswa cukup strategis.

“Literasi pengendalian tembakau di kalangan mahasiswa cukup strategis. Mahasiswa adalah sasaran utama produk tembakau. Oleh karena itu perlu berpikir kritis terhadap upaya-upaya promosi produk tembakau,” kata Ading.

Berbagai komentar positif ini juga diamini oleh Frida Kusumastuti Dosen Komunikasi UMM yang menjadi ketua kelompok 2.

“Ya, ada beberapa ide untuk kelanjutan program ini yang telah kami diskusikan. Yang jelas, peran akademisi komunikasi masih bisa dimaksimalkan untuk mendukung upaya SEATCA dalam isu pengendalian tembakau,” urai Frida.

Lomba konten digital pengendalian tembakau

Hari ini (24/3) kelompok 2 mengumumkan pemenang Lomba Konten Digital Pengendalian Tembakau. Program ini didukung sepenuhnya oleh Southeast Asia Tobacco Control Aliance (SEATCA).
Program kolaboratif yang dimulai pada 6 Maret lalu, dibagi menjadi tiga kelompok. Masing-masing kelompok terdiri dari 5 dosen dari 5 kampus.

Kelompok 2 sendiri terdiri dari dosen kampus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Universitas Al-Azhar Indonesia-Jakarta (UAI), Universitas Islam Arsyad Al-Banjari-Banjarmasin (UNISKA Banjarmasin), Universitas Sebelas Maret-Surakarta (UNS), dan Universitas Islam Indonesia-Yogjakarta (UII).

“Proses lomba produksi konten digital sendiri digelar sejak 11 Maret lalu. Dimulai dengan pembekalan kepada 43 mahasiswa dari 5 kampus yang menjadi kelompok 2. Lalu penilaian pada konten digital para peserta dilakukan pada 21 Maret.” jelas
Ketua Juri Lomba Konten Digital Pengendalian Tembakau, Monika Sri Yuliarti.

“Produk konten digital yang masuk meliputi poster, dan video yang diunggah di platform digital,” kata Dosen Komunikasi UNS tersebut.

Lebih lanjut Monika menyebutkan para pemenang terpilih adalah Defita Dwinusa Cindana dari UII, Iqbal Maulana Astika Winardi dari UMM, Danny Kunto Wibisono dari UAI, Muhammad Fazrur Farizqidari UMM, dan Danny Kunto Wibisono dari UAI.

Kepada pemenang akan diberikan penghargaan uang tunai dan sertifikat.
“Ya, masih perlu evaluasi. Masih ada peserta yang memunculkan gambar ataupun ilustrasi rokok dan kegiatan merokok. Konten tersebut langsung kami gugurkan,” tutur Irwa Zarkasi dosen UAI, salah satu juri.

Sebenarnya dalam pembekalan sudah diberitahukan syarat-syarat konten yang boleh disertakan. Tidak boleh ada gambar atau ilustrasi rokok dan apalagi kegiatan merokok. Berbagai komentar pelaksanaan pengmas ini disampaikan oleh masing-masing tim kelompok 2.

“Tapi kami cukup senang ya karena hasil pre test dan post test saat pembekalan, kami menemukan adanya peningkatan kesadaran peserta atau mahasiswa akan pentingnya pengendalian tembakau,” tambah Marhaeni Fajar Kurniawati, anggota juri dan tim pengmas dari UNISKA Banjarmasin. (*/had)