Mahasiswa STIKES Kendedes Praktik Topung pada ODHIV

Caption : Praktik Terapi totok punggung (Topung) di WPA Turen. (ist)

BACAMALANG.COM – Orang dengan status HIV positif (ODHIV) seringkali mengalami penurunan kondisi dan daya tahan tubuh. Terlebih kondisi pandemi saat ini, juga muncul gejala-gejala klinis yang tidak menentu.

Sebagai upaya pencegahan dan perbaikan kondisi kualitas hidup, warga WPA (Warga Peduli AIDS) Turen bersama Mahasiswa Ners STIKes Kendedes Malang melatih terapi alternatif pengobatan totok punggung (Topung).

Kegiatan yang dilaksanakan 2 hari sejak 26-27 Oktober 2021 ini diikuti oleh 25 Mahasiswa Ners STIKes Kendedes dengan mendampingi secara online-offline kepada  11 pasien orang dengan status HIV positif (ODHIV) yang tergabung di Yayasan CAKAP WPA Turen.

Ketua Program Studi Ners STIKes Kendedes Malang Eny Rachmawati ,M.Kep menuturkan, kegiatan praktik klinik keperawatan profesi Ners ini merupakan kegiatan kedua yang dilaksanakan bersama WPA Turen.

“Bedanya kalau tahun sebelumnya kita murni online dikarenakan situasi pandemi. Tahun 2021 ini kita kombinasi daring online dan luring datang secara langsung ke Shelter Rumah Singgah ODHA di Talok Turen ini,” terang Eny Rachmawati ,M.Kep.

Perempuan yang juga Pengurus Asosiasi Pendidikan Ners AIPNI Jawa Timur ini menambahkan, kegiatan pendampingan satu mahasiswa satu pasien dengan memberikan terapi Topung ini, diharapkan proses pembelajaran pertukaran ilmu dapat diterapkan baik ranah kognitif, psikomotor ketrampilan dan sikap dalam berkomunikasi kepada pasien khususnya pada orang dengan status HIV positif.

Sementara itu, Dewi Murdah salah satu mahasiswi STIKES Kendedes turut mengutarakan kesan mengikuti kegiatan ini. “Saya senang dan antusias mengikuti kegiatan ini,” papar Dewi Murdah.

Perempuan yang tinggal di Kedungkandang ini, mengaku sangat aktif dan memiliki pengalaman yang berbeda saat berinteraksi dengan pasien ODHIV yang sangat kooperatif dan suasana kekeluargaan sehingga dapat menghilangkan stigma dan diskriminasi pada ODHA.

Untuk diketahui, rangkaian kegiatan ini dimulai dari serah terima mahasiswa dan pembekalan yang dihadiri Tim STIKes Kendedes Malang dan para pengurus Yayasan WPA Turen serta Kelompok Dukung Sebaya ODHA WPA Turen.

Selanjutnya, mahasiswa masing-masing melakukan kontrak kepada pasien dan melaksanakan pengkajian interaksi secara langsung kepada pasien kelolaannya. Mereka pun menggali berbagai keluhan yang dirasakan oleh ODHIV dan berbagi cerita pengalaman hidupnya semasa divonis status HIV positif sampai dengan saat ini.

Kegiatan yang terakhir, mereka berkunjung ke Sekretariat Yayasan WPA Turen dengan melaksanakan intervensi terhadap keluhan yang ditemukan dan diberikan terapi komplementer Topung yang mana sebagai upaya penyeimbang dari terapi medis pada ODHIV yang seumur hidupnya mengkonsumsi obat ARV.

Terapi Topung ini dipandu oleh Erwanto, M.Kep. (Tim Dosen STIKes Kendedes Malang) dengan memberikan Terapi dalam 3 tahap, yang fungsinya dapat membuat pasien dengan status HIV positif bisa menurunkan gejala yang timbul saat terjadi efek samping dari Obat ARV seperti nyeri, kelemahan serta dapat mengurangi kecemasan bagi pasien-pasien pada umumnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua WPA Turen Tri Nurhudi Sasono, M.Kep yang sekaligus dosen pembimbing lapangan mengapresiasi kepada mahasiswa Ners dari STIKes Kendedes Malang.

“Alhamdulillah, pasien ODHIV binaan Yayasan WPA Turen bersemangat. Kami senang menemukan metode baru  terapi Topung ini dalam mendampingi pengobatan ARV yang selama ini mereka jalani sehari-hari,” terangya.

Ia pun berharap, kegiatan ini akan tetap bisa berkelanjutan dan memiliki nilai kemanfaatan terhadap sesama. “Tentunya dalam upaya pencegahan dan penanggulangan HIV dalam mencapai eliminasi AIDS tahun 2030,” pungkasnya. (*/had)