Mahasiswa UB Sulap Buah Khas Papua Jadi Sunblock

Sulap Buah Khas Papua Jadi Sunblock. (ist)

BACAMALANG.COM – Lima anggota Tim PKM-K Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP UB) 2021 memanfaatkan buah Merah sebagai bahan dasar dalam pembuatan sunblock spray.

Buah Merah yang menjadi buah endemik dari Papua yang telah menjadi Sunblock ini kemudian diinovasikan dengan antibacterial-infused dari daun sirih merah yang kemudian diberi nama SHARMA.

Kehadiran SHARMA diharapkan mampu mengurangi risiko kanker kulit akibat dari paparan sinar UV yang berasal dari sinar marahari.

“Buah merah yang digunakan sebagai bahan dasar SHARMA mengandung α-tokoferol yang berperan sebagai antioksidan alami yang dapat memantulkan sinar UV”, kata Dinda Galuh Wulandini, salah satu Mahasiswa FTP UB, Jumat (23/7).

Dikatakan, penggunaan buah merah sebagai pelindung kulit dari paparan sinar matahari sudah sangat terkenal di kalangan wanita Papua. Oleh karena itu, tim tersebut mengangkat buah merah sebagai salah satu bahan dasar utama untuk mengenalkan manfaat tersebut kepada masyarakat luas.

“Selain buah merah, SHARMA juga mengandung ekstrak daun sirih merah. Di Indonesia, daun sirih merah dikenal sebagai tumbuhan obat-obatan atau tumbuhan apotik hidup”, terang Dinda.

Kanker kulit terjadi pada sebagian besar orang yang sering melakukan aktivitas di luar ruangan dan terpapar sinar matahari dalam jangka yang panjang. Penggunaan sunblock secara rutin dapat membantu mengurangi resiko dari terkena kanker kulit.

Penggunaan sunblock spray SHARMA ini dapat dilakukan dengan menyemprotkan sekitar 4-6 jam sekali pada pagi hari hingga sore hari.

Penggunaan sunblock ini digunakan saat kondisi kulit bersih. Penggunaannya dengan menyemprotkan sunblock pada daerah kulit yang terpapar sinar matahari dan ingin dilindungi dari sinar UV lalu dibiarkan sebentar hingga kering.

“Penggunaan sunblock spray SHARMA ini praktis dan dapat dibawa kemana-mana karena dikemas dalam bentuk botol spray dan tidak mudah tumpah”, tutup Dinda. (Lis/red)