Malang Selatan Terdampak Parah Gempa, Geolog Andang Bachtiar Beri Penjelasan

Foto : Pakar Geologi Andang Bachtiar. (ist)

BACAMALANG.COM – Adanya gempa melanda Malang berkekuatan 6,1 SR menimbulkan dampak korban jiwa dan kerugian materiil ratusan rumah rusak.

Menariknya, kontraksi (getaran) dari gempa yang juga dirasakan hingga Lombok dan DIY ini, tidak merata. Artinya ada daerah yang terdampak parah, sedang dan ringan.

Untuk wilayah Malang Raya sendiri dampak parah tersebut terjadi di kawasan Malang Selatan. Sementara untuk Kota Malang dan Kota Batu relatif hanya ringan dampaknya.

Kawasan Malang Selatan ini sebagai contoh di beberapa Kecamatan seperti : Dampit, Turen, Gedangan, Kalipare, Tirtoyudo, Sumbermanjing Wetan, dan lainnya.

Secara gamblang dan lugas, Pakar Geologi Tanah Air, Andang Bachtiar memberikan penjelasan terkait hal ini. “Yang terkena parah adalah yang berada (berlokasi) di sepanjang garis lemah patahan Lumajang – Sumenep itu. Yaitu daerah Dampit Kabupaten Malang dan Tempursari Kabupaten Lumajang,” terang Andang Bachtiar, Minggu (11/4/2021).

Foto: Salah satu lokasi terdampak gempa di Tirtoyudo. (ist)

Pria yang baru saja sukses menggelar konser musik Melembutkan Batu ini, menjelaskan, untuk wilayah Kota Malang mungkin terasa seperti diayun-diayun ringan.

“Untuk wilayah Kota Malang mungkin terasa seperti diayun-diayun ringan saja. Kecuali di tempat-tempat yang punya bidang lemah arah NNE SSW. Sama seperti arah patahan ke Lumajang Sumenep itu. Tapi belum terpetakan karena ketutup endapan vulkanik,” urainya.

Ia mengungkapkan, sewaktu digelar Webinar beberapa waktu lalu, ia meminta dilakukan mitigasi daerah Sumbermanjing Wetan dan daerah Lumajang karena berpotensi terdampak parah jika terjadi Lindu.

“Waktu Webinar tentang Mitigasi Bencana Gempa Tsunami Malang tanggal 30 Maret kemarin dengan Aliansi Jurnalis Independen, saya sudah mengingatkan untuk memitigasi daerah Sumbermanjing Wetan dan daerah Lumajang. Dimana selain masuk di area zona bidang patahan Lumajang – Sumenep, juga karena kemungkinan ada endapan-endapan kwarter semi consolidated yang bisa menguatkan rambatan gelombang gempa dari arah Selatan,” terangnya.

Ia menjelaskan adanya lokasi terdampak agak parah itu adalah karena menjadi patahan North North East – South South West (NNE SSW – Utara Timur Laut – Selatan Barat Daya) atau arah N22,5E – N202,5E).

“Mungkin ada juga daerah-daerah sekitar Turen dan Sitiarjo (Kabupaten Malang) yang kena pengaruh gempa itu lebih kuat dari daerah lainnya. Karena dari Sitiarjo ke Turen itu ada juga patahan-patahan arah NNE SSW (patahan kali banteng). Saya dengan anak-anak AMC dulu di tahun 2006 pernah meneliti hal itu, yang mempunyai potensi jadi amplifier rambatan gelombang gempa dari Selatan,” pungkasnya. (had)