Manfaatkan Trend Urban Farming, Warga Dinoyo Ini Optimis Penjualan Pot Sabut Kelapa Naik

Caption : Ibu-ibu gandrung bercocok tanam. (ist)

BACAMALANG.COM – Sejalan dengan kondisi pandemi yang menurun, banyak orang berharap bisa menggairahkan perekonomian kembali.

Hal ini juga diharapkan terjadi pada sektor pertanian dan perkebunan, yang turut terimbas pandemi beberapa waktu lalu.

“Kami melakukan penyegaran untuk usaha pot sabut kelapa setelah selama 3 bulan agak stagnan. Kemarin saat puncak pandemi, penjualan sepi, karena minim peminat,” tegas Warga Kampung Dinoyo Patmanam, Kota Malang, Hadi Mustofa, Senin (15/11/2021).

Ia mengatakan sempat terhenti berproduksi karena sepi peminat dan lesunya perekonomian. Ia menjelaskan, kelebihan bercocok tanam dengan media pot sabut kelapa. ” Tanaman lebih subur karena ada kandungan cocopead sangat baik untuk tanaman. Selain itu warna daun tanaman bisa lebih cerah (hijau) dibanding jika menggunakan pot biasa. Hal ini karena mengandung zat Kalium yang baik untuk tanaman, khususnya Anggrek. Namun baik juga untuk tanaman selain Anggrek,” imbuhnya.

Ia mengungkapkan asal pembeli produknya. “Dulu sebelum lesu, dari berbagai kota di Indonesia setelah sepi hanya tandur mania dari Kota Malang saja. Pelanggan pot kami berasal dari berbagai kalangan Rata-rata Mamud alias mama muda yang gandrung dengan tanaman hias. Ibu-ibu pegawai RSI Unisma dan warga lokal Malang, banyak membeli pot Cocodama,” imbuhnya.

Ia menjelaskan tentang pemasaran produk. “Saya menjual sistem titip di kios-kios bunga, online dan melayani di rumah setiap harinya,” imbuhnya.

Agar konsumen tidak jenuh, ia berupaya melakukan inovasi produk. “Saya membuat desain yang lebih variatif dan inovatif dan tidak ada di pengrajin-pengrajin lainnya,” tukasnya.

“Saya optimis penyegaran produk pot sabut kelapa Cocodama Dinoyo Malang, para tandur mania di seluruh Indonesia lebih melirik produk Kami dengan desain yang lebih unik dan kreatif,” jelasnya.

FAKTOR PENDUKUNG

Pada sisi lain potret wilayah Kampung Dinoyo Patmanam mempunyai beberapa faktor pendukung untuk stabilnya urban farming. Salah satunya untuk mewujudkan lingkungan berkualitas, KB kelurahan Dinoyo Kota Malang kerapkali menggelar Sosialisasi Tandur bertujuan mengurangi sampah dan pembuatan pupuk kompos.

Menariknya menghasilkan kesepakatan untuk bersama-sama memperbanyak Oksigen di lingkungan Kelurahan Dinoyo. Kampung KB Kelurahan Dinoyo Kota Malang juga menjalankan pengelolaan pertanian dan pemanfaatan limbah, pembibitan dan pembuatan Eco Enzym.

URBAN FARMING DAN HOBI BERKEBUN

Adanya pandemi, dan kebijakan WFH (Work From Home) memunculkan gaya hidup (lifestyle) baru, ibu-ibu yang memanfaatkan waktu dengan berkebun di rumah yang hingga kini masih dijalankan.

Aktifitas ini semakin banyak disenangi karena memberikan banyak manfaat, bukan hanya menghasilkan oksigen segar dan melestarikan lingkungan, namun juga menjadi hiburan baru sederhana yang menyenangkan.

Ia sering mencari inspirasi baru dari alam dan juga bantuan lewat browsing di YouTube. “Dari situ saya mencoba desain yang belum ada di pasaran,” terangnya.

Ia menceritakan, bahan baku sabut kelapa diperoleh dari pedagang pasar secara gratis. Ia memilih bahan sabut kelapa karena multi fungsi. “Cocofibernya bisa dibuat pot, cocopid yang halus bisa dibuat media tanam. Jadi enak tidak ada yang dibuang. Harapan ke depan mungkin Pemerintah lebih peduli lagi terhadap pelaku UMKM,” imbuhnya.

KONSUMEN MAMUD

Selanjutnya ia menjelaskan, sumber inspirasi membuat pot Sabut Kelapa. “Sebetulnya saya sejak kecil sudah suka dengan hal-hal yang kreatif dan inovatif apalagi tandur suatu hobi yang saya sukai sejak kecil,” terangnya.

Ia mengatakan beragam pot ia jual. Yakni pot Jenis keong, sepatu, love, Bulat, Kotak Besar dan kotak kecil. Ia mengaku tidak kewalahan dalam melayani demand (permintaan) pasar. Hal ini karena ia mempunyai banyak tenaga yang ikut membantu.

Untuk memajukan usaha Hadi mengatakan, ingin menjalin sinergi dengan berbagi pihak utamanya yang mempunyai satu visi dalam urban farming, untuk mewujudkan ketahanan pangan saat pandemi.

“Keinginan ke depan supaya ada pihak yang ikut bersinergi dalam mewujudkan urban farming untuk ketahanan pangan, sehingga produk saya bisa ekspor ke luar negeri. Dengan desain yang menarik tentunya. Bagi yang pingin lihat aneka produk bisa sambang di IG : Cocodama.mlg,” tutup Hadi. (had)