Mantap, Pemkot Malang Ciptakan Aplikasi Rekam Medis Veteriner Pertama di Jatim

Serah Terima Rekam Medis Veteriner (Redivet) antara Dinas Kominfo dengan Dispangtan Kota Makang, Kamis (17/6/2021). (ist)

BACAMALANG.COM – Guna membantu, pendataan pasien dan pencatatan rekam medis pasien di pusat kesehatan hewan (Puskeswan) Pemkot Malang menciptakan aplikasi Rekam Medis Veteriner (Redivet) pertama di Jatim.

“Adanya aplikasi Redivet ini sangat membantu, terutama untuk pendataan pasien dan pencatatan rekam medis pasien di pusat kesehatan hewan (Puskeswan). Karena selama ini rekam medis pasien masih menggunakan dokumen fisik,” tegas Kepala Diskominfo Kota Malang, Muhammad Nur Widianto, S. Sos.

“Aplikasi ini yang pertama kali di tingkat Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Aplikasi Redivet ini dapat digunakan untuk melihat tren persebaran penyakit yang menyerang hewan terutama hewan peliharaan masyarakat Kota Malang,” terangnya.

Seperti diketahui, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Malang melakukan serah terima aplikasi Rekam Medis Veteriner (Redivet) dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang di ruang rapat Diskominfo, baru-baru ini.

Sementara itu, Plt. Kepala Dispangtan Kota Malang, Sri Winarni, SH., MM mengatakan, tujuan awal dari aplikasi ini sebenarnya untuk mengetahui data penyakit hewan dari pemeriksaan di tempat praktik dokter-dokter hewan yang ada di Kota Malang. Namun penggunaan aplikasi Redivet saat ini diawali terbatas hanya di pusat kesehatan hewan.

“Harapannya aplikasi Redivet ke depannya dapat dikembangkan untuk digunakan oleh umum. Sehingga masyarakat dapat ikut andil menggunakan aplikasi Redivet ini, terutama pengaduan masyarakat terkait penyakit yang diderita hewan peliharaan dan atau hewan ternak,” tutur Sri Winarni.

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji mengatakan bahwa, perangkat daerah di Kota Malang tidak boleh membangun aplikasi sendiri-sendiri. Menurutnya, aplikasi yang akan dibangun harus disampaikan kepada Diskominfo Kota Malang terlebih dahulu.

“Saya sudah perintahkan perangkat daerah, tidak boleh membangun aplikasi sendiri-sendiri melalui jasa vendor. Serahkan kepada Diskominfo Kota Malang,” tegas Sutiaji.

“Berikan proses bisnis dan datanya agar dikembangkan. Hal ini bagian dari langkah integrasi (aplikasi), sekaligus efisiensi anggaran. Maka saya apresiasi dengan telah terbangunnya aplikasi Redivet ini,” pungkasnya. (*/had)