Marak Kasus Perundungan, Kapolres Batu Minta Siswa Tidak Takut Melapor

Foto : Kapolres Batu AKBP Harviadhi Agung Prathama, SIK., MIK, saat sesi foto bersama siswa-siswi SMA Negeri 2 Batu. (Hum)

BACAMALANG.COM – Maraknya kasus perundungan di kalangan pelajar di tanah air akhir-akhir ini, mendapat perhatian serius dari Kapolres Batu, AKBP Harviadhi Agung Prathama, SIK., MIK.

Bahkan, ia juga meminta kepada para siswa korban perundungan untuk tidak segan melaporkan kepada pihak berwajib, manakala mengalami kasus perundungan tersebut.

“Kepada pelajar yang mengalami perundungan dari teman-temannya janganlah takut untuk melapor. Jangan simpan sendiri. Kami (Polres Batu) siap membantu. Jangan sampai kasus di Malang maupun di Purworejo menjalar di Kota Batu,’’ kata Harvi sapaan akrabnya, saat menjadi pembina upacara di SMA Negeri 2 Batu, Senin (17/2/2020).

Kedatangan Kapolres Batu ke SMA Negeri 2 Batu itu didampingi Kabag Sumda Kompol Idayu Parameswari, SH., SIK, Kasat Lantas AKP Diyana Suci Listyawati, SIK., Kasat Binmas AKP Diana Pudjiastuti, SH, Kasat Reskrim AKP Hendro Tri Wahyono, SH., MH., Kasubbag Humas Iptu Ivandi, KBO Narkoba Iptu M. Taufik Hidayat dan Anggota Polres Batu dalam rangka sosialisasi Operasi Bina Kusuma.

“Kunjungan ke sekolah-sekolah ini untuk memberikan edukasi dan pemahaman kepada pelajar, terkait dengan berbagai persoalan yang terjadi, seperti perundungan,” ucapnya.

Mantan ajudan Kapolda Jatim di era Drs. Machfud Arifin, SH ini berharap, agar sekolah di Kota Batu tidak ada kasus perundungan.

“Di era sekarang, akan sangat mudah sekali dilacak siapa pelakunya. Yang rugi tidak hanya siswa bersangkutan saja, akan tetapi juga orang tua,’’ harap dia.

Selain menyoal kasus perundungan, Kapolres Batu juga mengingatkan para pelajar terkait penggunaan media sosial (medsos). Ia mengimbau kepada pelajar dapat menggunakan medsos secara bijak.

“Ya, tujuannya agar tidak merugikan dirinya sendiri. Saya pernah menangani kasus penyalahgunaan medsos ini di Kota Batu, hingga yang bersangkutan kami periksa di Mapolres. Masalahnya sepele, yang bersangkutan hanya share tulisan yang bersifat provokasi di medsos. Ternyata apa yang dishare terdeteksi oleh Mabes Polri dan meminta kepada kami untuk melacaknya. Ternyata pelakunya kami ketahui warga Kelurahan Sisir. Kebetulan waktu itu saat marak-maraknya anak SMK yang ikut unjuk rasa,’’ ungkap Kapolres.

Alumni Akpol 2001 ini juga mengingatkan, bahwa rekam jejak digital sangat kejam. Bahkan, karena adanya deteksi rekam jejak yang negatif bisa menggugurkan siswa yang ingin menjadi anggota Polri.

“Selain syarat administrasi, tes kesehatan, dan psikologi, pendaftar Polri juga akan dilacak jejak digitalnya, baik di facebook, instagram, Whatsapp, maupun di twitter. Rekam jejak medsos itu sangat kejam. Sampai kapanpun bisa dilacak. Jadi saya mengimbau, lebih baik energi besar yang dimiliki para pelajar ini disalurkan pada hal-hal yang positif, misalnya di bidang olahraga,’’ imbau dia.

Kapolres Batu juga memberikan lima helm gratis kepada lima siswa. Dua diantaranya adalah pasangan “Dilan” dan “Milea”.

Namun, untuk mendapatkan helm itu, siswa yang bersangkutan dites terlebih dahulu oleh Kapolres, baik tes membaca teks pancasila dan membaca pembukaan UUD 1945. Selain memberikan helm, Kapolres juga berpesan kepada yang belum memiliki SIM untuk tidak membawa sepeda motor terlebih dulu ke sekolah.

“Bagi yang ingin mengurus SIM, silakan menemui ibu Kasat Lantas,’’ pesannya. (eko)