Memaknai HSN 2021, Pentingnya Revitalisasi Spirit Resolusi Jihad Halau Gelombang Ketiga Covid-19

Caption : dr Umar Usman MM. (ist)

BACAMALANG.COM – Memasuki akhir Bulan Oktober muncul kabar sejuk terkait peta zonasi Covid di Nusantara yakni perkembangan zona hijau yang semakin bertambah luas.

“Alhamdulillah zona hijau semakin bertambah. Diharapkan lewat tema Peringatan Hari Santri (HSN) yaitu Santri Siaga Jiwa Raga bisa merevitalisasi spirit resolusi jihad Mbah Hadratus Syekh KH Hasyim Asy’ari menghalau jangan sampai terjadi gelombang ketiga Covid-19,” tegas Ketua PC NU Kabupaten Malang dr Umar Usman MM, Jumat (22/10/2021).

PENAMBAHAN ZONA HIJAU

Berdasar data Satgas Covid RI, pengendalian kasus Covid-19 di tanah mulai terkendali, dalam beberapa pekan terakhir, zona hijau (zero case) kembali bertambah.

Penambahan zona hijau, dua daerah yakni Kabupaten Tambrauw di Papua Barat, dan Kabupaten Buru Selatan di Maluku. Sebelumnya di awal Oktober zona hijau ada di Pegunungan Arfak, Papua Barat, Intan Jaya, Papua, Manokwari Selatan, Papua Barat, dan Kota Tuai, Maluku.

Dalam empat minggu terakhir, Indonesia telah resmi terbebas dari zona merah alias wilayah berisiko tinggi Covid-19. Berdasarkan peta zonasi risiko, tak ada zona merah yang tersisa.

“Kita optimis dengan menjadi insan yang rahmatan lil alamin maka kita bisa kompak menghalau Covid di Bumi Nusantara,” tutur dr Umar Usman MM yang juga Wakil Ketua Satgas Covid 19 NU Malang Raya ini.

ZONASI MALANG RAYA

Dalam PPKM kali ini (dilaksanakan selama 2 pekan dari 19 Oktober 2021 sampai 1 November 2021) untuk wilayah Malang Raya meliputi Kota Malang, Kota Batu, dan Kabupaten Malang, berdasarkan Inmendagri nomor 53 Tahun 2021 ditetapkan
Level 2 meliputi Kota Malang dan Kota Batu. Sementara Level 3 ditetapkan untuk Kabupaten Malang.

“Semua elemen di Malang Raya wajib merapatkan barisan untuk kompak menciptakan herd Immunity, nol kematian, zero case, dan zona hijau Covid-19,” papar pria alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga ini.

SANTRI SIAGA JIWA DAN RAGA

Tema peringatan tahun ini adalah : Santri Siaga Jiwa Raga, merupakan bentuk pernyataan sikap santri Indonesia agar selalu siap siaga menyerahkan jiwa dan raga berkorban membela tanah air, mempertahankan persatuan Indonesia, dan mewujudkan perdamaian dunia.

Siaga Jiwa Raga juga merupakan komitmen seumur hidup santri yang lahir dari sifat Akhlakul Karimah, dan tempaan santri selama di pesantren.

Siaga Jiwa berarti santri tidak lengah menjaga kesucian hati dan akhlak, berpegang teguh pada akidah, nilai, dan ajaran Islam rahmatan lil alamin serta tradisi luhur bangsa Indonesia.

“Marilah dengan spirit Resolusi Jihad dari Hadratus Syekh Mbah KH Hasyim Asy’ari, Kita satukan kekuatan menghalau Corona. Hingga tercipta Bumi Baldatun Thoyibatun warobbun Ghofur gemah Ripah loh jinawi tata tenteram kerta raharjo murah sandang pangan Aamiin YRA,” pungkasnya. (had)