Memotret Sikon Pandemi, Tiga Aksi Wujudkan Tiga Reaksi

Caption : dr Umar Usman MM. (ist)

BACAMALANG.COM – Potret sikon pandemi dan Vaksinasi saat ini tidak ubahnya mirip gambaran tiga aksi diharapkan menghasilkan tiga reaksi (dampak) positif.

Tiga aksi yang dimaksudkan adalah
perluasan lokasi vaksinasi, makin banyaknya pihak lain (diluar Pemerintah) berpartisipasi jalankan vaksinasi dan upaya mengesinambungkan pelaksanaan prokes (5 M).

Dari tiga aksi ini diharapkan menghasilkan tiga reaksi atau dampak positif, yakni kurva pandemi melandai, terciptanya herd Immunity dan membaiknya kondisi ekonomi.

“Saya menyebutnya tiga aksi menimbulkan tiga reaksi atau dampak positif. Semoga bisa memenuhi harapan semakin membaiknya kondisi semua sektor,” tegas Wakil Ketua Satgas Covid 19 NU Malang Raya, dr Umar Usman MM, Senin (22/3/2021).

Seperti diketahui, saat ini pemerintah telah gas pol vaksinasi sebagai upaya percepatan penurunan kurva dan menciptakan herd Immunity dari virus Covid 19.

Seiring dengan hal tersebut, maka berbagai pihak turut melakukan percepatan untuk pemerataan akses vaksinasi dan kemudahan mendapatkan layanan vaksinasi.

“Saya melihat berbagai pihak tergerak bahu-membahu berpartisipasi dalam program vaksinasi. Ada yang bersifat perluasan jangkauan dan ada yang bersifat memberikan kemudahan akses vaksinasi. Ini semua diharapkan bisa turut menjadikan keadaan membaik,” jelas pria yang juga Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Malang ini.

Vaksinasi Di Berbagai Tempat

Beberapa wilayah diluar Malang Raya telah dan sedang menjalankan vaksinasi secara massif.

Provinsi atau wilayah lain tersebut meliputi Jakarta, Bogor, Bandung dan Bali. Vaksinasi juga telah dijalankan di mal-mal untuk memudahkan warga mendapatkan layanan kesehatan menangkal virus Covid.

“Kalau di Kota Malang Kami akan melaksanakan massal lewat inovasi Drive Thru. InshaAllah dilakukan pada 1 April nanti, bertepatan dengan HUT Kota Malang. Doakan bisa sukses dan berhasil, meski faktor cuaca juga telah menjadi perhatian dan antisipasi Kami,” terang dr Umar.

Vaksinasi Gotong Royong

Menariknya, berbagai pihak turut mendukung percepatan dan perluasan pelaksanaan vaksinasi salah satunya KADIN lewat vaksinasi Gotong Royong.

Tidak mudah memulihkan ekonomi apabila vaksinasi tidak berjalan baik. Karenanya, KADIN akan fokus memastikan vaksinasi gotong royong berjalan lancar dan berhasil.

“Alhamdulillah pada 2021 KADIN fokus dalam mensukseskan vaksinasi gotong-royong. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri untuk memastikan program vaksinasi COVID-19 berhasil. Pemerintah memerlukan dukungan berbagai pihak, termasuk dari pebisnis dan dunia usaha,” jelas pria alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga ini.

Dibarengi Kedisiplinan Prokes

Vaksinasi tak hanya sekadar menyuntikan vaksin ke dalam tubuh. Hal itu belum tentu mendukung percepatan pemulihan ekonomi. Makanya, upaya edukasi dan komunikasi kepada masyarakat harus dilakukan seimbang antara vaksinasi dan protokol kesehatan.

Hal ini karena langkah penanganan pandemi tidak bisa dilakukan secara tunggal dengan vaksinasi, harus komprehensif dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan (prokes) yang ketat demi menekan lebih banyak jumlah orang yang terinfeksi. Masyarakat perlu diingatkan terus-menerus tentang pentingnya prokes sebagai intervensi yang penting juga selain vaksinasi.

“Sekitar 4 juta masyarakat Indonesia sudah menerima vaksin dosis pertama.
Intinya, orang-orang yang divaksinasi akan otomatis memiliki kekebalan dan risiko tiga kali lebih rendah terinfeksi Covid-19, dibandingkan dengan orang-orang yang tidak divaksinasi. Pada situasi pandemi ini, tiga kali lebih rendah ini sangat penting diperhatikan,” urai pria yang juga Ketua PC NU Kabupaten Malang ini.

Ekonomi Membaik

Berdasarkan analisa Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan atau Organisation for Economic Co-Operation and Development (OECD) memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia tahun ini bisa berada di 5,6% yoy.

OECD juga melihat, aktivitas banyak sektor sudah mulai meningkat dan bahkan sudah bisa beradaptasi dengan pembatasan aktivitas yang diterapkan di seluruh dunia. Kemudian, ada vaksinasi yang akan meningkatkan momentum pemulihan. Tak lupa, pemerintah juga telah memberikan stimulus, terutama di Amerika Serikat (AS), yang bisa meningkatkan aktivitas ekonomi dan diharapkan berimbas pada negara berkembang.

Meski begitu, prospek pemulihan ekonomi di banyak negara dan banyak sektor berbeda. Seberapa cepatnya akan sangat bergantung terhadap progres vaksinasi.

Sementara itu, Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini bisa kembali di atas 5%. Namun realisasinya juga sangat tergantung pada akselerasi kebijakan ekonomi dan konsistensi penanganan Virus Corona di dalam negeri.

Pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi terjadi di negara-negara yang mampu mengakselerasi vaksinasi Covid-19 serta menempuh stimulus fiskal dan moneter yang besar. “Sinkronisasi program vaksin nasional dan disiplin dalam penerapan protokol Covid-19 diharapkan dapat mendukung proses pemulihan ekonomi domestik,” pungkasnya. (had)