Mengenal Makam Keramat Raja Balok dan Syekh Abdul Jabar Syamsudin

Caption : Sukadianto berkunjung ke makam. (ist)

BACAMALANG.COM – Perjalanan di Belitung Timur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung selama sepekan, membawa langkah Tokoh Pemuda Kampoengkopi Sumberdem Wonosari Kabupaten Malang Sukadianto, singgah di Makam Keramat Raja Balok yang sarat dengan cerita sejarah yang lengkap dengan bumbu mistis di dalamnya.

Berikut sekilas catatan perjalanan Sukadianto yang dituturkan khusus untuk pembaca. “Disini saya sempatkan untuk berkunjung ke situs-situs bersejarah yang ada di pulau Belitung. Yang sangat menarik untuk saya kunjungi adalah situs Makam Raja Balok,” tukas Sukadianto mulai bercerita, Sabtu (4/12/2021).

“Kalau dalam komunitas yang diketuai oleh senior saya mas Restu Respati dan guru-guru saya di (JJM) disebut Bakti Situs. Di situs ini masih terjaga sekali kondisi makam juga alamnya (hutan lindung) makam yang terletak di area hutan kurang lebih 4 hektar area luasnya. Hal ini diperkuat oleh penuturan bapak Kepala Desa Balok yang saya temui di rumah beliau,” tukas Sukadianto.

“Kerajaan Balok merupakan kerajaan pertama di Pulau Belitung dan diperkirakan Kerajaan Balok sudah berdiri antara abad ke-15 hingga abad ke-17,” imbuhnya.

MAKAM SYEH ABDUL JABAR SYAMSUDIN

“Selain makam Raja Balok disini juga terdapat Makam Waliyullah Syeh Abdul Jabar Syamsudin. Sungguh perjalanan yang sangat luar biasa bisa berkunjung ke tempat ini,” imbuhnya.

Lokasi makam masuk hutan. Pemandangan masih asri, sejuk dan hijau. Ada banyak dipenuhi rerimbunan pohon. Kondisi makam sangat terawat,” terangnya.

Kawasan hutan dimana terdapat Makam Raja Balok dan Makam Syekh Abdul Jabar Samsudin ini menjadi hutan belantara hijau yang menyejukkan mata di Belitung Timur.

Syekh Abdul Jabar Samsudin merupakan penyebar Agama Islam pertama di Balok, keturunan Arab yang lebih dulu tinggal di Brunei, lalu menetap di Malaysia, serta sempat pula pergi Pulau Jawa, sebelum berdomisili di Balok, sampai mangkat.

Secara umum kondisi cukup terawat, karena tempat ini kerapkali dikunjungi peziarah, dan juru kuncinya rajin merawat.

Syekh Abdul Jabar Samsudin hidup pada masa Ki Gede Yakub, Raja Balok pertama yang juga menantu Datuk Mayang Gresik. Syekh Abdul Jabar berasal dari Pasai menjadi ulama Islam yang memperkenalkan kesenian Hadrah atau Rudat di wilayah Kerajaan Balok.

Konon di sisi hutan yang lebih rapat, yang disebut sebagai Hutan Balok Lama, hidup mahluk perempuan bernama Puteri Bunga, berwujud ular sepanjang satu hasta dan badannya sebesar bantal guling, yang sekali-sekali menampakkan diri kepada manusia. Menurut warga makhluk itu adalah penjaga hutan disitu.

“Semoga tempat-tempat seperti ini menjadi destinasi wisata religi yang edukatif dan terus mendapatkan perhatian dari pemangku kepentingan, agar generasi Kita dan selanjutnya bisa terus mengerti sejarah para pendahulu Kita,” pungkasnya. (had)