Menginspirasi, Kiprah Pemuda Kota Malang Bisnis Thrifting Kala Pandemi

Caption : Toko SHELLYNATION SECONDBRAND memaksimalkan media digital jual produk. (ist)

BACAMALANG.COM – Menginspirasi. Kiprah Pemuda Kota Malang Mochamad Taufik Tauafi dan Lisdya Shelly berbisnis thrifting atau menjual baju bekas kala pandemi layak diapresiasi.

“Iya awalnya itu iseng dan emang Kami suka belanja baju bekas. Kalau istilah orang Malang kan “ndalbo”, terus mulai ramai Ramadan 2021 kemarin dan ya sudah mencoba untuk membuka toko,” kata Lisdya Shelly.

Sekilas informasi, sejak pandemi beberapa karyawan perusahaan berdampak pada pengurangan gaji bulanan atau pemutusan hubungan kerja (PHK).

Dari permasalahan itu lah menjadi langkah awal dua pemuda ini asal Kota memutuskan memulai berbisnis thrifting atau menjual baju bekas di masa pandemi Corona.

Ialah Mochamad Taufik Tauafi dan Lisdya Shelly, melihat peluang itu keduanya pun iseng memulai bisnis thrifting melalui online shop. Karena permintaan yang ramai, keduanya pun nekad membuka toko thrifting di kawasan Jatimulyo, Lowokwaru Kota Malang.

Meski terbilang memiliki hasil yang menguntungkan, namun ternyata ada tantangan yang harus diselesaikan, seperti tidak mendapatkan pakaian yang sesuai hingga kebijakan PPKM darurat yang diberlakukan sejak 3 Juli hingga 20 Juli 2021.

“Bisnis itu kan jodoh ya, di awal ketika mulai bisnis pasti Kita akan menemui banyak kesalahan, ya itu yang Kami rasakan, mulai dari pakaian yang sebagian tidak bisa dijual kemudian sepi karena kebijakan PPKM darurat,” imbuh wanita yang juga merupakan jurnalis Malang itu.

Untuk bertahan dengan bisnisnya, Lisdya dan Taufik mengaku harus kembali memutar otak agar toko yang dikelolanya dengan nama SHELLYNATION SECONDBRAND ini tetap ramai. Berbekal media sosial dan memberikan diskon hingga banting harga yang membuat toko yang didirikan baru satu bulan itu tak pernah sepi pengunjung.

“Kami memaksimalkan promo produk lewat media digital.Kami bersyukur jualan terus ramai. Kita harus fokus dan bersemangat untuk bisa sukses dan jangan lupa berbagi dengan sesama,” urai Lisdya Shelly mengakhiri. (*/had)