Mengintip Geliat Inspiratif Peternak Lele Milenial Turen

Caption : Ahmad Rodzi. (dok pribadi)

BACAMALANG.COM – Tak hanya trend kemunculan petani milenial, namun booming peternak milenial di tengah pandemi kini mulai bermunculan dan sikon ini patut disyukuri bersama.

Meski masih terbilang pendatang baru yang menekuni ternak Lele, namun kegigihan dan ketekunan Pemuda Milenial Turen Ahmad Rodzi patut mendapatkan apresiasi.

“Sistem beternaknya dinamakan KTAT (Kolam Terpal Air Tenang) Full Pelet,” tegas pria yang juga Founder Pokdakan (Kelompok Pemberdaya Ikan) Sumber Lele Wo Desa Pagedangan Kecamatan Turen Kabupaten Malang ini.

Jenis lele yang diternak semua adalah Sangkuriang, Mutiara, Phyton, Lokal, Dumbo atau persilangannya. Tergantung pada kualitas perawatannya.

Lele dalam waktu 2 bulan sudah bisa mulai panen. “Alhamdulillah mulai minggu ini kami sudah mulai panen dan kami sekarang sudah mampu melayani pembeli dengan skala kecil (di bawah 1 kuintal setiap hari) dan kami punya target 1 bulan mampu menyediakan 3 ton,” terang pria yang juga kader HMI dan alumni tahun 2019 UNIRA Malang ini.

Untuk panen periode ini sekitar 2 kuintal dari 2000 ekor bibit Lele atau setara dengan Rp 4 juta.

“Pangsa pasar kami luas, jadi kami tidak ketergantungan pada tengkulak karena misi kami ingin membangun sistem ekonomi kerakyatan yang jujur, profesional dan saling menguntungkan. Ini merupakan panen ke-3 sejak mulai beternak,” terangnya.

“Kami sudah ada rencana menjual dalam bentuk olahan dan itu sudah masuk dalam konsep kami. Rencana ke depan mau diolah lebih menarik lagi selain dijual dalam bentuk Lele segar,” tukasnya.

Ia sekarang mempunyai peternak binaan sebanyak 5 orang. Bibit kulak dari teman-teman kelompok budi daya ikan di kampung.

” Dan kami juga punya slogan “LE2 XPRESS” sehat dan menyehatkan siap antar 24 jam,” jelasnya.

Hingga sekarang ia mempunyai 10 kolam Ikan Lele dengan total 10.000 ekor. Bibit Lele dibelinya dari peternak kampung sekitar.

Ia menjelaskan memulai usaha Lele, sejak awal tahun 2021. Ia mengungkapkan untuk omset jika sesuai target dapat omset minimal Rp 750.000/1000 ekor. Lele bisa dipanen setelah umur 2 bulan.

Terkait penjualan ia mengaku menjual langsung ke konsumen dengan quality service system.

Sementara untuk kendala ternak lele, untuk saat ini hanya di permodalan untuk pengembangan.

Solusi kendala adalah mencari dan meyakinkan investor untuk bekerjasama di sektor perikanan air tawar darat ini.

Ia menceritakan, dulu ia mengeluarkan modal awal Rp 2.105.000. Kolam berada di Kauman Gang III Kelurahan Turen Kabupaten Malang. Saat ini di Turen ada total sekitar 47 peternak yang terbagi dalam 5 kelompok. (had)