Meringankan Beban Peternak Saat Pandemi, Pemuda Ini Buat Pakan Complet Feed

Caption : Trio : Rohmat, Gus Azam, dan Sutris. (dok pribadi)

BACAMALANG.COM – Kala Pandemi kita harus bersyukur karena spirit bergotong-royong membantu sesama yang terus tumbuh subur.

Tidak hanya dalam pemenuhan kebutuhan makan sehari-hari (berbagi sembako) kala penerapan perpanjangan PPKM Level 4.

Namun semangat meringankan beban sesama juga bisa disimak di dunia peternakan alias rojo koyo di Pujon Kabupaten Malang.

Salah satu yang menarik adalah upaya pembuatan pakan ternak atau pakan complet feed.

“Complet feed fermentasi adalah pakan jadi tanpa pemberian konsentrat dan hijauan karena sudah tercampur pada proses fermentasian,” terang peternak Sapi Pujon, Ahmad Uzairon Alfachrozi.

Adapun kelebihan dari pakan ternak ini adalah kandungan protein lebih tinggi karena melalui proses fermentasi dan bakteri yang digunakan pilihan.

Cara pemberiannya sangat mudah tanpa campuran comboran kering tapi harus tersedia air.

Dikatakannya, pakan jenis ini sangat menghemat biaya dan meringankan peternak karena harganya cuma Rp 1750 per kilogram.

Pembuatan pakan ternak ini melibatkan tiga anak muda pecinta Rojo Koyo. Yakni Rohmat, Gus Azam, dan Sutris.

“Kegiatan pembuatan pakan ini hanya untuk membantu peternak. Biasanya kalau tidak pandemi jualnya Rp 2.000 per kilogram,” tukasnya.

“Pada prinsipnya kita ingin bisa membantu apa saat pandemi PPKM ini. Kita hanya bisa bantu untuk meringankan biaya peternak,” paparnya.

Pakan jenis ini bisa untuk makan ternak Domba, Kambing dan Sapi. “Sebenarnya bisa untuk semua tapi terutama ke Sapi perah. Apabila ke yang lain costnya mahal,” urainya.

Terkait bahan baku maka bahan utama yakni tebon Jagung janten.

Ia mengatakan mulai menciptakan pakan ini sudah hampir 1 tahun berjalan.

“Alasan membuat pakan ini untuk menghemat biaya dan membantu peternak Sapi di daerah sini pas waktu kesulitan hijauan dan menekan biaya lebih murah,” imbuhnya.

Dijelaskannya peralatan yang dibutuhkan adalah mesin pencacah rumput dan garbu.

Pakan ternak ini dijual sementara ini masih di wilayah Pujon. “Kami sudah kewalahan melayani permintaan. Rencana kita nambah teman lagi untuk bantu proses pembuatan,” tegasnya. (had)