Meski Pandemi, Ini yang Dilakukan Atlet Renang Ini untuk Prestasi Internasional

Caption : Salva Almayda Putri. (ist)

BACAMALANG.COM – Adanya pandemi menjadikan berbagai kegiatan dibatasi, termasuk beragam kegiatan olahraga. Tak cuma seniman, olahragawan dan atlit berjibaku membunuh rasa jenuh dengan mengisi aktiftas lewat kegiatan mengasah ketrampilan dan skill untuk meraih prestasi yang lebih tinggi.

“Kadang merasa jenuh saat pandemi. Namun saya membunuh rasa jenuh dengan berkegiatan olahraga, dengan menambah latihan di rumah saja,’ tegas Atlit Renang Nasional, Salva Almayda Putri, Sabtu (13/3/2021).

Ia sekarang kuliah di Universitas Negeri Malang (UM), Fakultas Olahraga Jurusan Ilmu Keolahragaan dan tinggal di Junggo, Bumiaji Kota Batu.

Tidak menyangka bisa berprestasi

Ia mengatakan menekuni olahraga renang dan selam mulai SD kelas 2 dan masuk club renang Lotus Aquatic.

Ia menjelaskan alasan memilih cabor ini awalnya dulu tidak kepikiran bisa menjadi atlit seperti sekarang. “Dulu awal masuk club renang cuman karena aku yang dari kecil emang suka banget main air apalagi kalau diajak berenang. Nah, disitu orang tuaku support banget biar aku bisa berenang dan biar aman kalau main air (gak tenggelam). Setelah masuk club sekitar 1 tahun aku mulai coba ikut lomba dan ternyata seru jadi atlet kalau menang bisa dapat penghargaan sama uang. Nah disitu aku mulai menekuni cabor renang sama selam ini hingga sekarang,” jelasnya.

Ia mengatakan, prestasi paling tinggi mendapat medali perak 1000 m Open Water Finswimming Situbondo.
Sementara prestasi yang paling berkesan menurutnya yaitu mendapat 2 medali perunggu di nomer 200 dan 400 surface pada ajang kejuaraan Porprov. “Mengesankan, karena persiapan yang begitu panjang. Sedangkan prestasi lain yang saya pernah raih 2 emas pada ajang kejuaraan Open Water Finswimming di Surabaya,” urainya.

Secara Lebih jelasnya prestasi tersebut, Medali perak 1000 m Open Water Finswimming Situbondo tingkat Nasional, 2 medali perunggu Porprov tingkat Provinsi, dan 2 emas Open Water Finswimming tingkat Provinsi.

Bertahan kala pandemi

Selanjutnya ia menceritakan dampak pandemi terhadap aktifitas olahraga. “Selama pandemi ini sangat berdampak sekali terhadap latihan saya. Masa paling jenuh juga kerena selama pandemi belum ada event perlombaan sama sekali. Latihan juga masih belum bisa full masih sering libur juga disaat penerapan PSBB di Kota Batu karena fasilitas kolam renang ditutup jadi hanya bisa berlatih di rumah sendiri,” imbuhnya.

Ia mengungkapkan masih fokus untuk karier sebagai atlet dan juga masih fokus terhadap kuliah.

“Harapan saya pastinya semoga pandemi ini segera berakhir agar dapat latihan dengan maksimal dan juga semoga segera diadakan event-event lagi agar saya dapat terus mengukir prestasi untuk membanggakan orang tua, klub dan Kota Batu,” imbuhnya.

Aktifitas olahraga masih tetap ada latihan tapi intesitas latihannya banyak berkurang tidak bisa maksimal seperti dulu sebelum pandemi.

“Saya fokus kuliah sama karir soalnya kuliahnya olahraga jadi sejalan sama karir,” tukasnya.

Saat ini latihan di klub juga terbatas. “Iya jadi dulu 1 minggu bisa 6 kali sekarang masih 4-5 kali dalam 1 minggu,” ungkapnya.

Ia mengatakan ingin meraih prestasi internasional. “Iya saya ingin sekali prestasi internasional. Upaya yang saya lakukan berlatih secara maksimal. Walaupun kondisi pandemi harus tetap semangat. Nambah latihan sendiri di rumah seperti lari dan work out. Setiap hari pagi joging sekitaran rumah dan untuk work out tambahan biasanya 4-5 kali seminggu,” katanya menutup wawancara. (had)