Milad ke-1261 Kabupaten Malang, Ketua PC NU Kabupaten Malang Soroti Bencana Alam, Pandemi dan Recovery

Caption : Ketua PC NU Kabupaten Malang, dr Umar Usman MM. (ist)

BACAMALANG.COM – Menapaki usia 1261 Kabupaten Malang mempunyai riwayat perjalanan sejarah yang panjang. Dalam refleksi HUT Kabupaten Malang ini, terdapat sejumlah catatan yang sekiranya penting menjadi bahan refleksi untuk dicarikan solusi menuju perbaikan untuk semua.

” Selamat untuk Kabupaten Malang yang telah berusia 1261 tahun. Ada beberapa catatan penting yang bisa dijadikan bahan untuk perbaikan maupun menambah rasa syukur Kita. Diantaranya adalah tentang bencana alam, pandemi Covid-19, dan recovery ekonomi pasca pelandaian kurva pandemi,” tegas Ketua PC NU Kabupaten Malang dr Umar Usman MM Minggu (28/11/2021).

Seperti diketahui bersama, di Kabupaten Malang pernah mengalami sejumlah bencana alam. Salah satu yang cukup terasa adalah gempa bumi beberapa waktu lalu, mengakibatkan kerusakan rumah dan sejumlah fasilitas publik lainnya.

Sementara hal kedua yang layak menjadi perhatian adalah pandemi Covid-19 yang mengakibatkan ratusan nakes syahid dan juga warga meninggal. “Dua hal tersebut yakni bencana alam gempa dan pandemi, diharapkan menjadikan kita semua melakukan evaluasi (muhasabah), berikhtiar, selalu bersyukur dan berdoa untuk keselamatan bersama,” tukas pria yang juga Wakil Ketua Satgas Covid-19 NU Malang Raya ini.

Pria Alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga ini menuturkan pihaknya bersyukur mampu berkiprah memberikan sumbangsih dalam upaya penanganan bencana alam dan pandemi Covid-19 tersebut. Untuk bencana alam gempa misalnya telah ada LPBI dan LazisNU bersinergi membantu sesama.

DAMPAK GEMPA DAN PANDEMI COVID

Gempa bermagnitudo 6,1 yang mengguncang pada 10 April 2021 menimbulkan 115 korban, meninggal 10 orang, 97 luka ringan, 6 luka sedang, dan 2 luka berat.

Jumlah rumah rusak ada 10.482 unit meliputi 4.490 rusak ringan, 4.104 unit rusak sedang dan 1.888 rusak berat. Untuk fasilitas umum rusak rinciannya, 226 sekolah, 233 rumah ibadah, 23 faskes dan 159 fasum rusak. Sementara untuk korban jiwa tercatat empat orang meninggal dan 110 orang mengalami luka.

Sementara untuk Covid, Kabupaten Malang, berdasarkan data Satgas Covid-19 Jawa Timur menyebutkan Kabupaten Malang telah keluar dari Zona Merah, Rabu (25/8/2021) malam, dengan total ada 456 kasus kematian hingga 5 Agustus 2021.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada
Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI NU) telah menjalankan pemulihan Gempa Malang melalui metode GLIDER yakni Governance, Livelihood, Inclusion, Debri Clearance, Environment dan Reduction,” tutur pria yang juga Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Malang ini.

“Saya juga berterima kasih kepada kiprah LazisNU yang sukses mengelola dana titipan umat untuk zakat, Infaq dan shodaqoh. Kita semua tahu jika dalam masa sulit pasca gempa dan pandemi lalu terdampak membutuhkan uluran tangan,” terang pria berjuluk Dokter Rakyat ini.

WUJUDKAN SLOGAN JADI KENYATAAN

Ia mengajak kepada semua pihak, seiring pelandaian kurva pandemi, maka dibutuhkan recovery untuk membangkitkan kembali ekonomi kerakyatan, dengan berkolaborasi sehingga infaq, zakat dan sedekah dari semua kalangan mendapatkan saluran yang tepat melalui Lazisnu Kabupaten Malang.

Ia mengungkapkan pembangunan ideal selayaknya menerapkan tiga sifat yakni integral, universal, dan total. Integral artinya pembangunan di satu sektor tidak dapat dipisahkan dengan pembangunan di sektor lain. Universal artinya : pembangunan menyeluruh untuk generasi selanjutnya.

Dan Total artinya :pembangunan merupakan hak sekaligus kewajiban masyarakat, bukan hanya negara. “Mari bersama bersinergi agar slogan HUT kabupaten Malang ke-1261 yakni Bebas Covid Ekonomi Bangkit Menuju Malang Makmur bisa terwujud,” pungkasnya. (had)