Mobilitas dan Konsumsi Masyarakat Meningkat, Penjualan Eceran Diprakirakan Tumbuh Positif

Berdasarkan hasil pelaksanaan Survei Penjualan Eceran (SPE) , makanan, minuman dan tembakau termasuk kategori usaha dengan pertumbuhan omzet tertinggi di bulan Desember 2021. (ned)

BACAMALANG.COM – Dampak seasonal akhir tahun dan tidak diberlakukan kembali PPKM selama momen Natal dan Tahun Baru mendorong mobilitas dan konsumsi masyarakat. Akibatnya, omzet dari beberapa kategori usaha meningkat, yang membuat omzet prakiraan penjualan pada bulan Desember 2021 mengalami peningkatan pula.


Hal ini diungkapkan Bank Indonesia Malang berdasarkan hasil pelaksanaan Survei Penjualan Eceran (SPE) yang disampaikan Senin (10/1/2022).


“Survei Penjualan Eceran (SPE) merupakan salah satu survei yang dipublikasikan secara bulanan yang digunakan sebagai indikator untuk mengetahui perkembangan kondisi ekonomi di wilayah kerja Bank Indonesia Malang, yang bertujuan untuk mengetahui sumber tekanan inflasi dari sisi permintaan dan memperoleh gambaran mengenai kecenderungan perkembangan penjualan eceran serta konsumsi masyarakat,” terang Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang, Azka Subhan A.


Azka Subhan menjelaskan, prakiraan penjualan pada bulan Desember 2021 tumbuh sebesar 10,07% (mtm) lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi survei penjualan eceran pada bulan November yang tercatat sebesar 2,37% (mtm). “Share omzet penjualan eceran masing-masing kelompok terhadap total didominasi oleh kelompok kendaraan sebesar 53,40% diikuti oleh kelompok bahan bakar kendaraan bermotor sebesar 14,91%, serta makanan, minuman dan tembakau sebesar 9,32%,” imbuhnya.


Dikatakan Azka, pertumbuhan omzet prakiraan penjualan pada bulan Desember 2021 ini didorong oleh naiknya omzet dari beberapa kategori usaha. Makanan, minuman dan tembakau termasuk kategori usaha dengan pertumbuhan omzet tertinggi, yakni dengan prakiraan 22,39%(mtm), sementara barang lainnya 15,05% (mtm), dan kendaraan sebesar 15,01% (mtm).


“Ada peningkatan sebesar 18,41% (mtm) dibandingkan dengan realisasi penjualan pada bulan November 2021 di kategori kelompok makanan, minuman dan tembakau ini, yang ditopang oleh naiknya permintaan sub sektor minuman sebesar 30%,” terangnya.


Selanjutnya, imbuh Azka, kategori kelompok barang lainnya mengalami perbaikan sebesar -3,77% (mtm) dibandingkan dengan realisasi penjualan di bulan November 2021 yang terkontraksi, dengan prakiraan tumbuh positif sebesar 15,05% (mtm).


“Maraknya program promo dan discount yang ditawarkan menjelang momen akhir tahun dapat memberikan dorongan perbaikan daya beli konsumen pada kategori kelompok ini,” ujarnya.


Peningkatan komoditas kelompok kendaraan didukung oleh peningkatan permintaan di sub sektor mobil sebesar 3% (mtm), yang diprakirakan tumbuh positif sebesar 15,01% (mtm), melanjutkan perbaikan realisasi penjualan pada bulan November 2021 yang tercatat sebesar 1,75% (mtm).


“Pertumbuhan positif di sektor kendaraan di pengaruhi oleh confidence masyarakat untuk kembali berbelanja, dan relaksasi insentif pajak penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP) 100 persen yang masih akan berlangsung hingga 31 Desember 2021,” tutupnya. (ned/lis).