MPLS SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen, Ajak Merubah Mindset Pembelajaran di Tengah Pandemi

Arief Djoko Suryadi. Kepala SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen saat diwawancarai siswanya dari jurusan produksi film mengenai MPLS. (foto:ist)

BACAMALANG.COM – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah 5 Kepanjen Kabupaten Malang mengajak seluruh stakeholder untuk merubah sudut pandang (mindset) pembelajaran di tengah pandemi seperti saat ini. Hal ini disampaikan saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang berlangsung secara daring dan protokol kesehatan (prokes) secara maksimal.

Kepala SMK Muhammadiyah 5 Kepanjeng, Arif Djoko Suryadi mengatakan bahwa MPLS secara daring ini digelar karena terhalang terhalang adanya Perberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sesuai intruksi Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur demi menjaga keselamatan peserta didik baru dari penyebaran virus corona.

“Ini untuk menumbuhkan motivasi, semangat, dan cara belajar di tengah pandemi dan merubah mindset pembelajaran, sehingga tujuan pendidikan di tengah pandemi tetap tercapai,” ungkapnya.

Disamping itu, lanjut dia, tujuan lainnya adalah untuk menumbuhkan perilaku positif dengan menanamkan kejujuran, kemandirian, sikap saling menghargai atau toleran , menghormati keanekaragaman dan persatuan, kedisiplinan, hidup bersih dan sehat untuk mewujudkan siswa yang memilki nilai integritas, etos kerja, dan semangat gotong royong.

MPLS ini diikuti 180 siswa baru dari lima jurusan, antara lain Otomatisasi dan Tata Kelola Keuangan, Akuntansi dan Keuangan Lembaga, Perbankan Syariah, Perhotelan dan Produksi Film.

“Meskipun dilaksanakan secara daring, tetapi tidak harus takut dimana mindset kita harus berubah mengikuti pandemi, jangan sampai membelenggu. Artinya, semangat kita dalam membuat inovasi pembelajaran baik bagi siswa maupun guru, sehingga tidak memberatkan satu sama lain tetapi membuat suasana nyaman serta selalu bahagia dan positif thingking,” tandasnya.

Dalam menciptakan pembelajaran yang bahagia, lanjut dia, salah satunya dengan menelaah kurikulum yang ada untuk kemudian mentaati himbauan pemerintah karena pembelajaran daring tidak bisa disamakan dengan pembelajaran luring.

“Memang kita tidak bisa memindahkan pembelajaran luring ke daring terkait pembelajaran ini karena essensinya berbeda,” ujarnya.

Oleh karena itu, ia meminta harus semangat menata niat ikhlas dalam merubah mindset bagaimana menumbuhkan karakter semangat belajar pada siswa karena pembelajaran kepada siswa berbeda di masa pandemi adalah belajar secara efisisen dengan pembelajaran daring. (yon)