Musik Metal Dinilai Jauhkan Generasi Muda dari Agama, Begini Kata Andry Bangkai

Caption : Andry Bangkai. (ist)

BACAMALANG.COM – Keterkaitan antara agama, iman, dan musik metal dengan konten ekstrem dalam liriknya seringkali menjadi perbincangan publik dengan berbagai macam pro dan kontranya. Tak heran sering terjadi debat kusir ketika membahas antara musik metal dengan keyakinan.

Hingga kini aliran musik Metal dinilai bisa menjauhkan Generasi Muda dari ajaran agama. Namun hal tersebut disanggah oleh Pentolan Bangkai Band, Andry yang menilai justru di dalamnya terjadi relasi simbiosis mutualisme antara agama dan musik metal.

“Hubungan antara agama, keyakinan dan musik menurut Kami adalah simbiosis mutualisme, saling melengkapi dan tidak ada yang perlu diperdebatkan. Agama dan keyakinan adalah hal yang mutlak bagi Kami apapun agama Kami dan tidak dapat diperdebatkan, karena dalam agama Kami mengajarkan sebuah semangat saling menghormati,” tegas Pentolan Bangkai Band, Andry.

“Nilai-nilai kemanusiaan dan rasa empati terhadap sesama manusia dan itu berhubungan antara musik, agama dan iman, dan terlalu naif jika Kita harus memperdebatkan sesuatu yang sudah menjadi keyakinan setiap manusia. dan tentang lirik ekstrim tergantung dari sudut pandang Kita membaca lirik ekstrim atau tidak ekstrim,” jelasnya.

“Jika Kita selalu melihat semuanya secara positif maka Kita akan mendapatkan hal-hal yang positif juga, meskipun dengan kemasan yang cukup ekstrim, itu semua tergantung bagaimana Kita menyikapinya. Sehingga bagi band Kita tidak ada yang perlu diperdebatkan tentang agama, keyakinan, dan musik karena semuanya sudah ada, persis dan posisinya masing-masing,” urainya.

Berikut sekelumit kilas balik perjalanan panjang Andri Bangkai di jalur musik Underground. “Dulu awal bermain band memulai tahun 1990 waktu SMP kelas 2 di SMPN Ngantang yang mengcover lagu milik God bless, Necrodeath, dan Death Angel. Nama band dulu Newdeath karena terinspirasi dari Necrodeath,” paparnya saat ditemui di Warkop Singosari (16/12/2021).

“Setelah itu membuat Band Dragonball bersama teman SMA yaitu Wowo dan Yuli untuk pentas sekolah yang namanya Gelar Kreasi Seni di SMAN 6 Malang. Membawakan lagu milik Dark Throne & Java Jive berjudul Kau Yang Terindah yang dicover dengan musik Metal. Dan akhirnya diajak oleh Mamang Priambodo untuk membuat band baru bernama Primitive Symphony di tahun 1992 membawakan lagu milik Napalm Death, Terrorizer, Brutal Truth,” sambungnya.

“Nah, setelah itu membuat band sendiri bernama Bangkai tahun 1994 yang masih aktif dan konsisten di jalur Grindcore hingga sekarang. Bangkai mengeluarkan full album pertamanya yang berjudul For W.H.A.T di tahun 1997,” tukasnya.

Album For W.H.A.T sendiri menjadi full album Grindcore pertama di indonesia. Yang pengerjaannya direcord oleh Natural studio Surabaya & dirilis oleh Centra production milik Alm Ian Centra pada tahun 1997.

Di sisi lain, Bangkai masih aktif berkarya hingga sekarang dengan formasi Andry (vokal), Pinky (Bass), Puguh (Gitar), Rudy (Gitar), dan Adhi (Drum).

Perjalanan panjang di jalur musik keras khususnya Grindcore sudah 30an tahun lamanya. Menjaga konsistensi dan dedikasinya untuk jalur Underground. Grind Father dari Kota Malang.

Tonggak sejarah skena bawah tanah Indonesia, yang terlahir di kota dingin Malang. Dari GOR Pulosari hingga KNPI, Toto Tewel hingga Sylvia Saartje, dan Micky Jaguar hingga seorang Andry Bangkai.

Keep The Grind, Father!!. (*/far)