Naikkan Kelas Peternak, Digelar Kontes Kambing Etawa

Proses penilaian Kontes Kambing Lereng Kawi Cup di Taman Edukasi Jowaran Desa Jambuwer, Kec. Kromengan, Kab. Malang. (wahyu)

BACAMALANG.COM – Memotivasi Peternak Kambing Naik Kelas, Paguyuban Lereng Kawi, Malang “PE” Community dan Indonesia Goat Breeders (IGB) Pusat, menyelenggarakan Kontes Kambing Lereng Kawi Cup di Taman Edukasi Jowaran Desa Jambuwer, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang Minggu (30/01/22).

Ketua Panitia Kontes Kambing Lereng Kawi Cup, Lasminto mengatakan dirinya membentuk Paguyuban, dengan nama Paguyuban Lereng Kawi. Paguyuban tersebut kerapkali berkegiatan diskusi tentang perawatan dan ternak Kambing Etawa.

Ia menuturkan dengan paguyuban tersebut, bersama dengan kelompoknya sering mengunjungi beberapa kontes dan kompetisi kambing, maka dari hal tersebut termotivasi adakan kontes penilaian kambing juga.

“Kita memotivasi teman peternak yang sekarang beternak dengan cara-cara lama, disini ada Kambing Jawa Randu atau kambing Jawa biasa. Untuk dari penghasilan dan beternaknya hampir sama, tapi hasil yang membedakan. Kalau diperanakan etawa (PE) tergantung kualitas dan Kita cari seni di masing-masing kambing itu sendiri,” tutur Lasminto.

Acara ini terselenggara karena banyaknya peternak mayoritas kambing berada di daerah lereng Kawi dan juga Desa Jambuwer, yaitu kambing kepala hitam (PE). Setiap pendaftar dan pengunjung mendapat masker gratis serta anjuran prokes ketat.

Perbedaan perawatan dari kambing biasa dan Kambing Etawa kontes itu berbeda, apabila kambing biasa dengan Kambing Etawa memiliki harga jual yang sama di pasar. Namun, yang membedakan dari kambing biasa yaitu Kambing Etawa memiliki nilai seni dengan perawatan yang baik. Nilai tersebut dibuat oleh seseorang itu sendiri dan keserasian keindahan kambing tersebut.

“Perawatan Kambing Etawa dengan kambing biasa itu jauh, dan juga ekstrem. Kita memikirkan kebersihan, pola makan, dan gizi terjaga,” tandas Lasminto.

Kriteria penilaian kambing tersebut ada 12 kriteria, di 12 itu memiliki nilai seni tersendiri meliputi, kepala, telinga, postur, rewos (bulu belakang), ekor, kaki, meliputi alat kelamin kambing, dagu, gelambir, leher, pasung, dan terlihat keserasian indah kambing.

“Harapan Kita itu bisa memotivasi seluruh peternak, peternak yang dulu masih menggunakan cara lama ayo Kita naikan kelas. Karena mungkin dari sini Kita bisa maju, dengan adanya ini diharapkan ada kemajuan perekonomian ataupun peluang pekerjaan sendiri,” harap Lasminto.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua Panitia Kontes Kambing Lereng Kawi Cup, Serot, mengatakan jika dalam lomba ini tim juri penilaian didatangkan langsung dari Indonesia Goat Breeders (IGB) Pusat.

Diharapkan dengan perawatan kambing kontes seperti ini, Kambing Etawa ini bisa berharga hingga puluhan juta.

“Jenis kambing dalam kontes ini Etawa semua, karena ternak Etawa itu menjanjikan mas. Dari segi ekonomi menjanjikan,” pungkasnya. (wahyu)