Oknum Kacab Pembantu Bank Mega Rugikan Nasabah Rp 3,2 Miliar, Jalani Sidang Pembacaan Dakwaan

Terdakwa YA jalani persidangan secara online di PN Malang. (him)

BACAMALANG.COM – Pengadilan Negeri Malang menggelar sidang perdana perkara Bank Mega dengan terdakwa YA (45), yang bertempat tinggal di Jl. Kelapa Sawit, Kelurahan Pisang Candi, Kecamatan Sukun Kota Malang.

Agenda sidang yakni pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Ruang Kartika, Rabu (8/06/2022). Sidang ini dipimpin hakim Ketua Mohamad Indarto, S.H.M.Hum dengan dihadiri JPU
Siane, S.H.

Kasi Intel Kejari Kota Malang, Eko Budisusanto, S.H. menjelaskan, kasus ini bermula dari terdakwa YA (45), secara bersama-sama dengan HY, DNS dan TJ,  yang mana perbuatan tersebut dilakukan oleh YA dan TJ sebagai Trade Confirmation, dan deposito tabungan atas nama JP, HA, MC, LK, dan NAD.

Deposito tersebut ternyata tidak dikeluarkan atau diterbitkan oleh Bank Mega dan tidak tercatat di Data Base atau System Bank Mega, sehingga transaksinya belum sah karena tidak adanya validasi. “Akibat perbuatan Terdakwa HY dan DNS, JP mengalami kerugian senilai Rp 425 juta, HA sebesar Rp 1,1 miliar, MC senilai Rp 400 juta, LK senilai Rp 100 juta, dan NAD senilai Rp 300 juta,” jelas Kasi Intel kejari Kota Malang Eko Budisusanto, S.H.

Atas perbuatan yang dilakukan, Terdakwa YA terancam pidana melanggar pasal 372 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Sementara kuasa hukum para korban Maliki, S.H menyatakan, bahwa total kerugian kliennya sebesar Rp 3,2 miliar dari 5 orang korban. “Kami recovery atas kerugian klien kami, dan kami menghornati  lembaga peradilan, mengikuti proses bersama-sama, terhadap lembaga peradilan adanya praduga tak bersalah, intinya para korban percaya terhadap terdakwa, selaku Kepala Cabang Pembantu Bank Mega, karena percaya korban menaruh uangnya di Bank Mega”. Jelas Maliki, S.H.

Masih kata Maliki, secara pribadi kami minta terdakwa maupun pihak Bank Mega  untuk bertanggung jawab. “Ini pengalaman bagi masyarakat, dan juga pihak bank. Pihak bank harus jelas, masa mau investasi atau deposite ke bank tidak tercatat dalam sistem, kasian masyarakat umum, kita liat dalam persidangan apakah ada tersangka baru,” tambah Maliki.

Sedangkan kuasa hukum terdakwa, Ulli S.H menyatakan keberatan atas dakwaan yang dibacakan oleh JPU. “Kami keberatan atas dakwaan JPU, karena beberapa BAP yang tidak dimasukkan, seperti data pelapor yang sudah menerima uang yang disetorkan ke Yanti. Ini kan seperti arisan online begitulah, jadi bukti transferan tidak dimasukkan, selan itu sewaktu pengambilan BAP tidak didampingi kuasa hukum,” terangnya usai mengikuti persidangan di PN Malang. (him)