Optimisme Kelas Sinau Seni Karsa Budaya Kota Batu di Masa Pandemi

Penampilan Kelas Sinau Seni Karsa Budaya di Kota Batu di The Singhasari Resort and Convention Batu, Sabtu (1/5/2021). (ned)

BACAMALANG.COM – Semua sektor termasuk dunia kesenian terdampak krisis karena pandemi covid-19. Namun kondisi ini tetap harus disikapi dengan optimisme dan semangat tinggi. Inilah prinsip dari Agus Mardianto, penggagas sanggar seni bernama Kelas Sinau Seni Karsa Budaya di Kota Batu.

“Pandemi jangan dijadikan alasan berhenti berkarya, kami tetap menelurkan kreativitas baik tari maupun musik secara daring,” ungkapnya usai mengisi acara prosesi Award di The Singhasari Resort and Convention Batu, Sabtu (1/5/2021).

Agus menambahkan, banyak kanal media sosial yang bisa diisi, baik itu instagram, IGTV maupun Facebook dan Youtube. Ia mengaku selama pandemi sudah menampilkan 314 karya baik itu tari, musik dan vokal.
“Jadi rata-rata per hari satu karya secara virtual,” imbuhnya.

Ia mengaku secara pendapatan memang sangat jatuh, apalagi sebelumnya sanggar yang diasuhnya ini kerap tampil dalam berbagai festival di dalam maupun luar negeri. “Namun dengan tetap berkarya, paling tidak kami masih bisa mengikuti lomba-lomba yang diadakan secara virtual,” ungkapnya.

Apalagi Kota Batu adalah salah satu tujuan wisata. Agus mengatakan, penampilan di media sosial menunjukkan eksistensi mereka di dunia maya yang tidak terbatas tempat dan waktu.

“Menilik dari kata pariwisata, dimana pari berarti suguhan dan wisata adalah kunjungan, maka Kota Batu harus tetap menampilkan seni budaya selain suasana alam yang sejuk,” tuturnya.

Warga Beji ini mengatakan, bagaimanapun juga alasan utama wisatawan lokal dan mancanegara berkunjung ke suatu tempat sebenarnya lebih ke arah melihat seni budaya daerah tersebut. Oleh karena itu ia bersyukur Dinas Pariwisata Kota Batu membantu para seniman dengan memberi ruang dan fasilitas untuk berlatih di Gedung Kesenian Kota Batu. “Kami dapat ikut mengangkat budaya lokal Batu sendiri maupun budaya Nusantara,” tandasnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Arief AsShidiq mengatakan, pihaknya telah menyiapkan paket wisata kesenian khas Kota Batu bagi para wisatawan.
“Kita punya 448 kelompok kesenian potensial, salah satunya Kelas Sinau Seni Karsa Budaya ini,” ungkapnya.

Arief menjelaskan, tak kalah dengan Bali dan Jogja, Kota Batu akan menampilkan sendratari Arjuna Wiwaha, suatu pagelaran seni dengan di venue berlatar belakang Gunung Arjuno.

“Wisatawan yang berkunjung ke Kota Batu juga disuguhi penampilan dua seni budaya yang diakui secara nasional, yakni Bantengan dan Jaran Kepang,” pungkasnya. (ned)