Pancasila, Covid, Realita Ironi dan Spirit Perjuangan Menurut dr Umar

Caption : dr Umar Usman MM. (ist)

BACAMALANG.COM – Rakyat Indonesia patut selalu menapak tilasi dan mendoakan pahlawan atas perjuangan dan jibaku yang telah dilakukan dalam merebut kemerdekaan dari tangan penjajah.

Bahkan hingga kini warisan suci dari usaha keras mereka, masih tetap kekal dan relevan dalam menjawab tantangan jaman.

Hal ini karena nilai-nilai yang diwariskan bersifat sakral, universal, luhur dan valuable terhadap berbagai problematika yang dihadapi negara berjuluk Bak Ratna Mutu Manikam ini.

“Memaknai hari kelahiran Pancasila maka intisari dari Dasar Negara ini adalah sila persatuan Indonesia berwujud gotong-royong yang diartikan sebagai sikap tolong-menolong, bahu-membahu dalam menanggulangi pandemi Covid,” tegas Wakil Ketua Satgas Covid 19 NU Malang Raya dr Umar Usman MM.

Berdasar data, pandemi Covid-19 hingga 25 Mei 2021 telah menelan 3,47 juta korban jiwa dari 167 juta jiwa yang positif di seantero dunia. Di Indonesia yang positif 1,78 juta, dan 1,64 juta yang pulih kembali, serta 49.455 jiwa meninggal dunia.

Tahun 2020, pemerintah Indonesia mengalokasikan anggaran sebesar Rp 677,2 triliun untuk penanganan Covid-19. Selain itu, sebesar Rp 695,2 triliun anggaran negara juga dialokasikan untuk pemulihan ekonomi nasional. Di awal 2021, pemerintah menganggarkan penanganan Covid-19 sebesar Rp 61,84 triliun, dan bisa terus bertambah.

“Upaya yang dilakukan pemerintah merupakan bentuk kesungguhan negara dalam mengatasi pandemi. Hal ini wajib mendapat dukungan semua elemen,” tandas pria yang juga Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Malang ini.

REALITA IRONI

Ironisnya, ada saja tindak kriminal seputar Covid. Salah satunya seperti yang beberapa waktu lalu terjadi, adalah kasus 5 warga Jatim diduga menjual surat bebas Covid yang akhirnya ditahan Polda.

Kelimanya dibekuk lantaran terlibat dalam sindikat dugaan pemalsuan surat keterangan bebas Covid-19. Para tersangka ini sudah memproduksi dan menjual sebanyak 600 lembar surat keterangan palsu dalam kurun waktu 4 (empat) bulan di Kabupaten Sidoarjo.

Selain itu ada pula kasus dugaan suap penjualan vaksin Covid-19 secara ilegal di Sumatera Utara (Sumut) yang telah berlangsung 15 kali kegiatan dalam kurun April-Mei 2021.

Polisi mengungkap bahwa selama beroperasi, dua orang dokter dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas Kesehatan setempat mengantongi uang Rp 238 juta yang diduga hasil suap.

“Dalam situasi memprihatinkan seperti ini masih saja ada oknum yang tega berbuat seperti itu. Ini sungguh luar biasa. Diharapkan pelaku diberi hukuman seberat-beratnya,” tukas pria yang juga Ketua PC NU Kabupaten Malang ini.

BANGSA PEJUANG YANG RELIGIUS

“Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya,” demikian bunyi alinea ketiga pembukaan UUD 1945.

Rumusan kalimat ini mengandung muatan suci dari para pendiri bangsa, dan para pejuang kemerdekaan. Bangsa ini dibangun dan merdeka atas berkat Rahmat Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa. Kemerdekaan lahir didorong oleh keinginan luhur, yang didalamnya penuh dengan nilai-nilai idealisme yang mengandung kejujuran, harga diri, patriotisme, nasionalisme, dan tekad memproteksi kehidupan segenap rakyat dan tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut menata ketertiban dunia.

“Rahmat Allah dan keinginan luhurlah yang menjadi motivasi lahirnya NKRI. Hanya Rahmat Allah dan keinginan luhur itu pulalah yang dapat menyelamatkan NKRI dari segala tindak keburukan bangsa sendiri,” papar pria alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga ini.

Usia Pancasila yang 76 tahun, diharapkan menjadi bintang penuntun sikap dan tindakan rakyat Indonesia yaitu dengan saling berbagi untuk meringankan beban sesama, saling menolong atas penderitaan, saling menguatkan yang lemah, dan sebagainya.

“Hari lahir Pancasila diharapkan menjadi Trigger (momen pendobrak) untuk kembali ke jatidiri. Kita harus gotong-royong dan harus peduli satu sama lain dalam menghalau Covid. Semoga Indonesia aman ekonomi gampang. Selamat hari lahir Pancasila,” pungkas pria berjuluk Dokter Rakyat ini. (had)