Pandemi, Takmir Masjid An Namiroh Perum IKIP Tegalgondo Tingkatkan Frekuensi Bersih-bersih

Caption : Masjid An Namiroh terapkan prokes. (FB)

BACAMALANG.COM – Adanya pandemi, menjadikan Takmir Masjid An Namiroh Perum IKIP Tegalgondo Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang, meningkatkan frekuensi bersih-bersih.

“Dulu hanya setiap Senin, Rabu, Jumat, dibersihkan total dan kuras air cucian kaki,” ungkap salah satu Takmir H. Susanto SP, Senin (6/9/21).

Seperti diketahui, sebelum dan selama pandemi Covid-19, kebersihan dan kesucian menjadi prioritas Takmir Masjid An Namiroh Perum IKIP Tegalgondo.

Hal ini merupakan wujud hadits yang berbunyi : Annadhafatu minal iman, artinya : kebersihan adalah sebagian dari iman.

Terkait hal ini, dan adanya pandemi membuat peningkatan frekuensi membersihkan masjid.

Mulai pandemi, menurut Bendahara masjid ini, pembersihan setiap hari dan dilakukan penyemprotan disinfektan di semua sudut dan peralatan masjid, setelah dilepas karpet masjid.

Sehubungan dengan hal ini, Penanggung jawab kebersihan masjid
Mas Afandi, mengiyakan.

“Setiap hari saya bersihkan dan semprot,” ungkap Mas Afandi, yang biasa dipanggil Kacong karena asli Madura.

BERSIH TANGKAL PANDEMI

Pasca Presiden Jokowi menginstruksikannya, Takmir langsung mengajak Jamaah menggunakan protokol kesehatan (prokes) pada April 2020.

Karpet masjid dilepas, jarak shaf diperlebar, wajib bermasker, cuci tangan, dan ukur suhu tubuh dilakukan jamaah saat memasuki masjid.

Takmir tidak lelah menghimbau jamaah lewat berbagai pengumuman, termasuk pemasangan poster, spanduk, dan baliho.

Takmir juga menyediakan masker di masjid. Beberapa kali, Takmir dan jamaah melakukan penyemprotan disinfektan di masjid dan lingkungan Perum IKIP. Ikhtiar tiada henti menjaga kebersihan menangkal pandemi.

Menurut salah seorang Jamaah, Drs. Suwandi, kebijakan prokes di masjid sudah berjalan maksimal. Buktinya, para jamaah sudah bermasker, menjaga jarak, menggunakan hand-sanitizer, dan mencuci tangan selain wudhu.

“Ibadahnya juga berjalan maksimal karena sudah sesuai syariat/ketentuan yang ada,” kata Drs. Suwandi, Guru Bahasa Indonesia SMKN 5 Malang yang pernah mengajar di Program Vokasi Universitas Brawijaya ini.

IKUT ULIL AMRI: IKHTIAR JALAN, IBADAH NYAMAN

Salah seorang Imam dan Takmir Masjid An Namiroh, Ust. Abdul Wahid, S.E., M.M, menjelaskan bahwa ibadah sholat di masjid atau mushola bisa dilakukan dengan prokes yang ketat.

“Masing-masing daerah menyesuaikan dengan jenis level pandemi. Daerah level 4 atau zona merah dan zona oranye, sebaiknya tidak melakukan sholat jamaah di masjid.” kata Dosen UNISMA ini.

Menurut Pria yang hobby olahraga jalan kaki keliling desa setiap pagi ini, pengaturan ini sesuai anjuran Ulil Amri, yaitu pihak yang memiliki otoritas.

Dalam Agama Islam, ulil amri adalah para ulama, khususnya para fuqaha (ahli fikih). “Di bidang kesehatan, kita nurut para dokter dan pakar kesehatan sebagai ulil amri,” kata Ustadz Wahid.

Ustadz. Wahid menambahkan bahwa para ulama tidak mungkin berfatwa tanpa lebih dulu tanya kepada para dokter dan ahli kesehatan.

Seluruh warga negara terikat dengan keputusan negara, menjadi hukmul hakim yarfa’ul khilaf.

“Sebagai warga negara yang baik, kaum muslimin harus taat kepada ulil amri-nya, yakni ulama dalam hal agama dan dokter dalam hal kesehatan,” pungkas Ustadz Wahid.

ISLAM DAN KEBERSIHAN

Takmir dan Jamaah telah ikuti ajaran Nabi Muhammad SAW. Nabi bersabda bahwa Allah itu suci yang menyukai hal-hal yang suci, Maha Bersih yang menyukai kebersihan, Maha Mulia yang menyukai kemuliaan, Maha Indah yang menyukai keindahan sehingga kita diminta membersihkan lingkungan kita (HR. Tirmizi). Nabi juga bersabda yang artinya : Bersuci itu adalah setengah dari iman. (HR. Muslim).

Info lengkapnya bisa juga disimak di
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=225033972914824&id=100062246679597. (had)