Pastikan Operasional KA Dalam Kondisi Prima Jelang Nataru dan Musim Hujan, Daop 8 Cek Lintas Surabaya Gubeng-Malang

Petugas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya saat melakukan pemeriksaan di Stasiun Kota Lama Malang. (ist)

BACAMALANG.COM – Musim hujan telah tiba. Berbagai persiapan dilakukan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya dalam menghadapi musim penghujan ini, yang bersamaan dengan menyambut momen liburan Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 (nataru).

Langkah-langkah yang dilakukan antara lain cek lintas operasional Surabaya Gubeng – Malang, antisipasi gangguan perjalanan KA akibat bencana alam, penempatan Alat Material Untuk Siaga (AMUS), pemeriksaan fasilitas pelanggan, hingga kemampuan SDM dalam mengamankan dan menjaga perjalanan KA.

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif, mengatakan upaya-upaya tersebut bertujuan untuk menjaga keselamatan dan kelancaran perjalanan KA dalam menghadapi musim penghujan dan juga menyambut momen libur angkutan Nataru 2023/2024 di wilayah Daop 8 Surabaya.

“Pada cek lintas operasional ini, KAI Daop 8 Surabaya ingin memastikan 1 titik yang termasuk dalam daerah pantauan khusus yang berpotensi mengganggu operasional KA, yakni di Bangunan Hidmat (jembatan) no.248, antara Stasiun Malang – Stasiun Malang Kotalama, dengan potensi terjadi hidrolika, yaitu derasnya arus sungai musim penghujan,” terangnya Rabu (15/11/2023).

Sebagai antisipasinya, imbuhnya, KAI Daop 8 Surabaya telah menempatkan AMUS yang terdiri dari Karung, Bantalan Kayu & Beton, Pasir, Balas, Rel Cadangan, Penambat, Plat Sambung, Perancah, Lampu & Genset, Terpal, Alat Potong, dan peralatan pendukung lainnya.

“Untuk daerah perhatian khusus, kami akan menyiagakan 2 petugas /shift sesuai lokasi,” jelasnya.

Sementara dari sisi pelayanan pelanggan, jajaran manajemen melakukan pengecekan di seluruh fasilitas seperti halnya ruang tunggu, kebersihan toilet, boarding pelanggan, dan lainnya. Sedangkan dari kesiapan SDM, lanjut Luqman, manajemen memastikan kemampuan para petugas telah sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) baik dari sisi teknis maupun non teknis.

“Termasuk didalamnya kelengkapan sertifikasi petugas yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA),” imbuhnya.

Meski demikan, pihaknya juga akan terus melakukan pemantauan dan pengawasan pada lintas operasional KA di wilayah Daop 8 Surabaya yang dinilai berpotensi dapat mengganggu perjalanan kereta api.

Pewarta : Nedi Putra AW

Editor/Publisher : Aan Imam Marzuki