PB HMI Imbau Masyarakat Dukung Program Vaksinasi

Caption : PB HMI minta masyarakat dukung vaksinasi. (ist)

BACAMALANG.COM – Seiring Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) resmi mengeluarkan izin penggunaan vaksin COVID-19 buatan Sinovac, maka PB (Pengurus Besar) HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) menghimbau masyarakat mendukung pelaksanaan vaksinasi.

“Kami meminta seluruh lapisan masyarakat mendukung pemerintah dalam melaksanakan vaksinasi covid-19 secara nasional,” Ketua PB HMI Bidang Sosial & Kesejahteraan Rakyat, Augusz Dewanggara, Selasa (12/1/2021).

Sekilas informasi, CoronaVac merupakan kandidat vaksin COVID-19 yang dikembangkan oleh Sinovac. Vaksin ini mengandung virus SARS-CoV-2 inaktif atau dimatikan.

Penelitian klinis Tahap III vaksin dimulai pada pertengahan 2020.  Saat ini, vaksin sedang diuji klinis Tahap III di Brasil, Chili, Indonesia, dan Turki.
Secara resmi, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) resmi mengeluarkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization vaksin COVID-19 Sinovac. Pemberian EUA ini tepat dua hari sebelum vaksinasi COVID-19 serentak dilakukan di Indonesia, yakni 13 Januari 2021 mendatang.

Menurut Pria yang biasa disapa Dewanggara ini, pemerintah punya niatan baik untuk memutus mata rantai pandemi covid-19, sebab itu ia mendorong masyarakat agar  berperan dan terlibat aktif dalam mensukseskannya.

“Jika ada informasi tentang vaksin yang berkembang saat ini simpang siur dan membuat polemik atau gaduh di masyarakat,  agar dichek kebenaran informasinya terlebih dahulu,” ungkap Dewanggara.

Saat ini kata Dewanggara, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) secara resmi mengeluarkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) vaksin COVID-19 buatan Sinovac.

“Data uji klinis membuktikan bahwa vaksin minim efek samping dan memiliki nilai efikasi sampai 65,3 persen,” terangnya.

Monitoring BPOM

Selain itu ia juga mendorong Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terus melakukan pengawasan terhadap distribusi vaksin yang sedang berjalan.

“BPOM harus melakukan monitoring dan evaluasi pengadaan vaksin secara berkala mulai dari tahapan pre klinik, sampai dengan uji klinik fase 1, 2 dan fase 3,” ujar Dewanggara.

Ditambahkan, MUI juga telah mengeluarkan fatwa halal dan suci untuk Vaksin Sinovac ini, hal tersebut tertulis dalam Fatwa MUI Nomor 2 Tahun 2021.

“Proses tahapan vaksin ini sudah berjalan, sebaiknya masyarakat diminta untuk tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan 3M agar dapat memutus mata rantai penyebaran covid-19. Dengan begitu perekonomian akan mulai pulih yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (*/had)