Peduli Bencana NTT, Mahasiswa Unikama Lakukan Aksi Galang Dana

Foto: Aksi peduli NTT. (ist)

BACAMALANG.COM – Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Unikama Peduli Nusa Tenggara Timur, menggelar aksi galang dana di tujuh titik di wilayah Kota Malang. Hal ini dilakukan sebagai wujud kepwdulian sesama saudaranya di kampung halaman.

Tujuh titik aksi sosial ini diantaranya, Lampu Merah Janti, Lampu Merah Ijen, Lampu Merah Cyber Mall, Lampu Merah Jl. Soekarno-Hatta, Lampu Merah Gadang, Lampu Merah Dinoyo dan Lampu Merah Blimbing.

Aksi yang ditujukan untuk masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) usai diterpa bencana alam akibat badai siklon tropis seroja ini, dilaksanakan selama 2 hari tepatnya pada tanggal 8 – 10 April 2021.

Koordinator Aliansi, Ignasius Wandelinus Manek mengatakan bahwa aksi penggalangan dana tersebut dilakukan sebagai bentuk empati dan keprihatinan serta duka cita mereka atas bencana yang terjadi.

“Aksi ini kami lakukan sebagai rasa simpati sekaligus empati serta rasa turut berduka cita Kami terhadap bencana yang menimpa keluarga dan saudara kami di NTT. Aksi ini sekaligus merupakan manifestasi dari prinsip nasionalisme Kita yang humanis, dan wujud dari budaya gotong royong sebagaimana telah diwariskan oleh para leluhur Bangsa Indonesia yang sudah mendarah daging hingga saat ini,” kata mahasiswa asal Kabupaten Malaka ini.

“Saya juga sangat mengapresiasi semangat dan kerjasama kawan-kawan yang tergabung di aliansi pada aksi kemanusiaan ini. Tentunya Kami juga tidak lupa berterima kasih kepada masyarakat Kota Malang atas uluran tanganya yang disalurkan melalui Kami kepada masyarakat di NTT.” ujar aktivis GMNI yang akrab disapa Bung Iyan ini.

Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Unikama Peduli NTT ini, berasal dari Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus (ORMEK) dan Organisasi Daerah (ORDA) yang ada di Universitas PGRI Kanjuruhan Malang. Perwakilan dari setiap organisasi yang tergabung dalam aliansi ini, masing-masing menyampaikan pendapatnya terkait aksi yang digelar.

Ketua DPK GMNI FEB UNIKAMA Metodius Gerardus Nabile menyampaikan. “Aksi yang Kami lakukan beberapa hari ini merupakan bentuk tindakan konkrit sebagai wujud dari rasa simpati dan empati Kami mahasiswa dalam merespon bencana alam akibat badai siklon tropis seroja di NTT. Sudah sepatutnya sebagai saudara sebangsa dan setanah air, yang mengilhami betul semangat gotong royong Bangsa Indonesia untuk saling membantu satu sama lain di tengah keterpurukan,” Tutur Bung Gerand.

Ketua Komisariat Himpunan Mahasisw Islam (HMI) Unikama, Mohd Isra Baharuddin menambahkan, acara penggalangan dana ini bukan hanya perbuatan mulia saja. Melainkan juga suatu perantara untuk memberikan kesempatan mereka yang terlibat untuk menjadi orang yang berguna.

Dengan adanya acara ini, lanjut dia, bukan hanya saudara di NTT yang berbahagia bisa mendapatkan bantuan. Namun tidak lain, dia dan juga kawan-kawan aksi inilah yang lebih berbahagia daripada mereka karena bisa menjadi alasan dibalik kebahagiaan mereka. “Sebab, tangan yang memberi itu lebih baik dari tangan yang menerima.” terangnya.

Yohanes Paulus S. Ola, Ketua Komisariat PMKRI Unikama menegaskan. “Penggalangan dana yang dilakukan merupakan bentuk empat dari mahasiswa Unikama. Dan aksi ini murni untuk kemanusiaan, bukan untuk mencari eksistensi maupun popularitas semata.” tegas mahasiswa asal Adonara tersebut.

Ardianto Loba Seingo, perwakilan dari GMKI Unikama juga memaparkan. “Kami melakukan aksi ini dengan cara turun ke jalan dengan mendatangi para pengedara di titik-titik lampu merah di wilayah Kota Malang. Hasil yang kami dapatkan tidak seberapa, namun kami berharap semoga apa yang Kami salurkan dapat membantu meringankan beban dari masyarakat yang terdampak oleh bencana tersebut,” ujar mahasiswa PGSD semester 8 tersebut.

Paskalis Jebarus, Perwakilan Orda Ikatan Keluarga Welak Malang (IKAWEMA) juga mengatakan. “Semoga hasil galang dana yang kami sumbangkan dapat meringankan beban saudara-saudari kami di NTT,” sebutnya.

Wakil Ketua Orda Solidaritas Mahasiswa Borong dan Ranamese (SOMBA), Evaritus Jewaru juga menambahkan. “Aksi yang dilakukan sudah sangat baik, untuk itu perlu dilakukan terus jika terjadi bencana atau musibah. Pembentukan Aliansi ini sangat baik karena untuk mempererat persaudaraan mahasiswa Unikama dan memiliki rasa kepedulian terhadap sesama yang tertimpa musibah.” ungkapnya.

Karl Roden Heber, perwakilan mahasiswa se-Pulau Sumba Unikama menyampaikan. “Bencana tersebut telah merenggut banyak sekali nyawa. Isak tangis dan sedih terdengar begitu menyayat hati kita sekalian yang mendengar. Pada moment seperti ini, komitmen akan nilai kemanusiaan sangat dipertaruhkan. Sebagai manusia yang memanusiakan manusia, mari Kita bergandengan tangan, bahu membahu untuk bergerak bersama membantu meringankan beban saudara Kita di NTT,” tandasnya.

Sedangkan Ketua Forum Mahasiswa Maluku Bersatu (FMMB) Christine Mardita Rahayaan menuturkan. “Saya perwakilan dari Orda FMMB mengucapkan terima kasih banyak kepada seluruh mahasiswa dan masyarakat Kota Malang yang telah turut membantu dalam aksi penggalangan dana ini, sebagai rasa solidaritas dengan uluran tangan seikhlasnya,” tuturnya.

Ronaldus Jehanu, Ketua Komunitas Kesatrian Nucalale juga mengungkapkan. “Saya bersama teman-teman dari Komunitas Kesatrian Nucalale menyambut baik dan merasa senang telah diundang untuk bergabung dan turut berpartisipasi dalam aksi penggalangan dana bersama teman-teman aliansi. Terima kasih kepada masyarakat se-Malang Raya atas kerjasamanya dalam membantu mengangkat kepedihan masyarakat menjadi suatu senyuman melalui uluran tangan seikhlasnya melalui kami,” pungkasnya.

Meteus Epenetus Roga, Ketua Orda Nagekeo Kanjuruhan menuturkan. “Sebagaimana Kita ketahui bersama bahwa telah terjadi bencana alam di NTT. Bencana tersebut telah memporak-porandakan hampir seluruh wilayah NTT. Kami dari Mahasiswa Unikama yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Unikama Peduli NTT menyatukan tekad untuk bergandengan tangan dan turun ke jalan sebagai bentuk kepedulian Kami sebagai pemuda yang punya kepekaan sosial untuk setidaknya sedikit membantu meringankan beban masyarakat yang menjadi korban bencana alam tersebut. Inilah cara Kami sebagai mahasiswa dalam menanggapi bencana yg terjadi. Semoga apa yang Kami berikan dengan kerjasama dari masyarakat Kota Malang ini dapat bermanfaat bagi saudara dan keluarga Kami di NTT,” jelas pria yang akrab disapa Aster ini.

Norbertus Alfrino Nahak, Ketua Orda Kanjuruhan Sukun Malaka (KUSUMA) Malaka menambahkan. “Pada dasarnya aliansi ini terbentuk atas dasar kesamaan visi terhadap nilai kemanusiaan. Saya sangat mengapresiasi kekompakan ini. Semoga hasil aksi kemanusiaan ini dapat membantu meringankan beban saudara kita di NTT. Saya juga berharap agar ke depan sinergitas untuk melakukan hal-hal baik sebagaimana telah kita lakukan beberapa hari ini tetap terjalin antar mahasiswa Unikama.” tandasnya.

Selain aksi turun ke jalan, Aliansi Mahasiswa Unikama Peduli NTT juga mendirikan posko di Jalan Kepuh Gang 10 dan menerima donasi berupa uang tunai, obat-obatan, vitamin, pakaian layak pakai, selimut dan sembako yang nantinya akan dikirimkan kepada masyarakat terdampak. (yon)