Peduli Dampak Pandemi Covid-19, Warga Peduli AIDS Turen Gelar Seminar Daring Donasi ODHA

Foto: WPA Turen adakan Seminar Daring Donasi ODHA. (ist)

BACAMALANG.COM – Sebagai wujud kepedulian mengatasi dampak pandemi Covid-19, Warga Peduli AIDS (WPA) Turen Kabupaten Malang menggelar seminar daring donasi ODHA (Orang Dengan HIV AIDS), Selasa (13/5/2020).

“Kami ingin berkontribusi dan sebagai wujud kepedulian mengatasi pandemi Covid-19, Kami menggelar seminar daring donasi ODHA,” tandas Tri Nurhudi Sasono ,S.Kep.Ns.,M.Kep. selaku Ketua Yayasan CAKAP WPA Turen.

Kegiatan Seminar Daring Online diadakan bersamaan dengan peringatan Hari Perawat Sedunia yang jatuh pada tanggal 12 Mei kemarin.

WPA Turen dapat melaksanakan kegiatan Seminar Keperawatan yang terakreditasi DPW PPNI Jawa Timur.

Dampak wabah Corona Virus Disease atau yang dikenal dengan Covid-19 semakin mengkhawatirkan, termasuk salah satunya pada ODHIV atau Orang dengan status HIV positif maupun ODHA Orang dengan HIV-AIDS.

Status HIV positif yang sangat rentan dan daya tahan tubuh menurun dapat berdampak resiko yang lebih besar terhadap penularan Covid-19 ini.

Belum lagi dalam hal mendapatkan pengobatan ARV dan dampak perekonomiannya serta akses untuk mendapatkan layanan kesehatan lainnya.

Untuk itu WPA (Warga Peduli AIDS) Turen mengadakan kegiatan dengan konsep Seminar Online dan Donasi kepada ODHA yang harapannya dapat meningkatkan kompetensi Para Perawat di Wilayah Kabupaten Malang Khususnya dalam hal penangangan pendampingan kepada ODHIV beserta dukungan sosialnya.

Selain itu, dengan adanya kegiatan ini bisa menjadi kolaborasi sinergis antara Perawat dengan tenaga kesehatan lainnya maupun maupun bersama masyarakat pada umumnya.

Acara dibuka oleh Lulus Condro T. ,S.Kep.Ns.,M.Kep. selaku Ketua DPD PPNI Kabupaten Malang dan Kepala Bidang P2 Dinas Kesehatan Kabupaten Malang.

Lulus menyampaikan bahwa Perawat bisa terus berkembang dan berkelanjutan baik di Pelayanan maupun di Pendidikan meskipun di tengah situasi Pandemi saat ini.

“Untuk itu Kami perlu dukungan dari berbagai pihak mulai dari Pemerintah, Organisasi Profesi, Dunia Pendidikan, Masyarakat Kabupaten Malang, maupun pihak-pihak lain sehingga dapat memberikan dampak positif bagi seluruh unsur yang terlibat sebagai Garda Terdepan saat ini untuk melawan Covid-19,” terang Lulus.

Kegiatan seminar diikuti oleh para praktisi perawat, dosen keperawatan dan kesehatan serta mahasiswa keperawatan, kesehatan lainnya, dan masyarakat kader Warga Peduli AIDS.

Seminar dipandu oleh moderator Atikah Fatmawati ,S.Kep.Ns.,M.Kep. Dosen STIKes Majapahit Mojokerto dengan Narasumber pertama Dra. Lalili Rahayuwati ,M.Kes.,MSc.,DrPH. Dosen Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran Bandung dengan Tema: Palliative Care pada pasien terinfeksi HIV: Pendekatan Intergratif dan Interdisipliner.

Sedangkan, Narasumber kedua Tri Nurhudi Sasono ,S.Kep.Ns.,M.Kep. Dosen STIKes Kepanjen dan Ketua Yayasan CAKAP WPA Turen dengan Tema:Peran Perawat dalam pendampingan ODHA di era Pandemi Covid-19.

Kegiatan seminar yang diikuti oleh 100 peserta dari berbagai kota bahkan negara, laporan yang disampaikan peserta seminar dari SABAH Al Ahmad Hospital Malaysia, DPLN PPNI Kuwait, ada juga dari Jakarta, Bandung, Semarang, Surakarta, Padang, Jember, Mojokerto dan Malang Raya serta kota-kota lainnya.  

Diakhir acara juga disampaikan hasil donasi acara seminar kepada ODHIV anggota WPA Turen sebesar Rp.1.297.748 dan barang bantuan paket sembako.

Tri yang juga Dosen STIKes Kepanjen menuturkan, ke depan diharapkan para perawat bersama masyarakat untuk terus berjuang bersama dan berkreatifitas guna mengabdikan diri kepada lingkungan di sekitar khususnya masyarakat Kabupaten Malang tercinta ini.

Tri mengungkapkan, perlu dialkukan kerjasama multidisiplin dari berbagai keilmuan, tidak hanya dibebankan pada perawat saja akan tetapi dibutuhkan kolaborasi sinergis baik perawat, dokter, tenaga kesehatan profesi lain serta masyarakat.

“Saya berpesan kepada para perawat dan mahasiswa mahasiswi keperawatan di momen hari perawat sedunia 12 Mei ini bersama-sama mengembangkan kompetensi di bidang keperawatan HIV-AIDS ini khususnya palliative care, komplementer terapi, terapi modalitas serta jenis intervensi lainnya sesuai keahlian dan ketrampilan perawat dalam pendampingan pada pasien terinfeksi HIV serta orang dengan HIV-AIDS,” ujar Tri. (had)