Peduli Penanganan Covid-19, Unidha Malang Berikan Bantuan kepada Mahasiswa

Foto : Unidha peduli Covid-19. (ist)

BACAMALANG.COM – Peduli penanganan Covid–19, Universitas Wisnuwardhana (Unidha) Malang memberikan bantuan kepada mahasiswa, Rabu (15/4/2020).

“Dari 5000 mahasiswa, ada 1000 an yang perlu dibantu,” tegas Rektor Unidha, Prof Dr Suko Wiyono.

Seperti diketahui, Universitas Wisnuwardhana Malang memberikan bantuan beras dan mie instan secara bertahap pada mahasiswanya yang masih tinggal di Malang.

Ini merupakan program ‘Peduli Unidha Untuk Covid 19’. Dari pendataan, ternyata ada 1000 mahasiswa yang perlu dibantu. Mereka bertahan di Malang dan tidak pulang ke daerahnya.

Bantuan diprioritaskan pada mahasiswa yang orangtuanya mengalami kesulitan ekonomi sebagai dampak Covid-19.

“Ada yang tidak dikirimi lagi uang oleh orangtuanya,” jawab Suko.

Ditambahkan rektor, dari 1000 an mahaiswa yang perlu dibantu, terbanyak di FKIP ada 300 an mahasiswa dan disusul Fakultas Ekonomi.

Untuk pembagiannya juga memperhatikan protokol kesehatan dengan tidak ada kerumunan.

Rektor menyebut seperti Fakultas Hukum yang berencana membagi bertahap, seperti lima orang dalam satu jam agar tidak ada kerumunan.

“Ya gak papa sampai esok hari misalkan asal membagi tanpa kerumunan,” paparnya.

Maka diperkirakan yang agak lama pembagian untuk mahasiswa FKIP karena jumlahnya cukup banyak.

Dikatakan rektor, awalnya memang hendak membantu mahasiswa dengan pulsa. Tapi akhirnya diputuskan membantu untuk makan mahasiswa.

“Jangan dilihat nilainya. Tapi keperduliannya,” kata Rektor.

Dana untuk membantu mahasiswa selain dari kampus juga donasi dosen dan mahasiswa. Termasuk mahasiswa pascasarjana yang telah banyak bekerja di berbagai bidang.

Sejauh ini donasi yang terkumpul mencapai Rp 50 juta lebih.

“Saya berdoa, semoga wabah Covid-19 bisa cepat selesai,” harapnya.

Sedang untuk perkuliahan daring dikatakan tidak masalah.

“Dibalik wabah ini, dosen-dosen yang semula hanya berjanji akan daring, akhirnya bisa melaksanakan lebih cepat,” paparnya.

Ada dosen yang membuat materi dan disiarkan di youtube juga di zoom atau google classroom. (yog/had)