Peduli Terdampak Pandemi, DPD PSI Kota Malang Sebar Ratusan Rice Box

Caption : Aksi berbagi Ricebox DPD PSI Kota Malang. (dok pribadi)

BACAMALANG.COM – Berkontribusi meringankan beban terrdampak pandemi di Kota Malang, DPD PSI (Partai Solidaritas Indonesia) Kota Malang, menggelar aksi sosial bertajuk Rice Box Solidaritas Kemerdekaan.

“Kami prihatin dengan warga terdampak pandemi dan PPKM level 4 ini. Kami menggelar aksi sosial berbagi bertajuk Rice Box Solidaritas Kemerdekaan,” tutur Wakil Ketua DPD PSI Kota Malang, Oktarika Adysti.

Kegiatan ini dilakukan oleh PSI secara serentak di DPD kurang lebih 102 kota/kabupaten se-Indonesia. Dimulai tanggal 6-12 Agustus 2021 atau selama 7 hari berturut-turut. Sesuai dengan nama kegiatan, PSI membagikan Ricebox atau nasi kotak dengan menu sesuai SOP dari Partai Solidaritas Indonesia.

Program Rice Box ini berawal dari Program Ricebox di area Jakarta, yang menjadi program besar PSI secara Nasional. Sebelumnya, masing-masing DPD ada yang sudah menjalankan program ini secara mandiri.

“DPD PSI Kota Malang juga berencana untuk melakukan program Rice Box ini secara mandiri awalnya, hanya saja waktu pelaksanaan kegiatan tersebut, bersamaan dengan Ricebox Solidaritas Kemerdekaan, sehingga kami memprioritaskan program akbar PSI ini,” tegasnya.

Program ini dilakukan secara serentak se-Indonesia, sehingga sinergi yang kuat harus terjalin dari level pusat (DPP) dengan pihak DPW tiap propinsi, ke tingkat DPD masing-masing kota / kabupaten hingga ke tingkat DPC dan DPRt (Kelurahan).

Selain itu, pihak DPD Kota Malang juga bersinergi dengan pelaku UMKM kuliner untuk pengadaan Rice Box ini. “Ada rentang waktu 7 hari pembagian Rice Box, jadi kami juga bekerjasama dengan 7 penggiat usaha kuliner berbeda, yang tersebar di 5 kecamatan Kota Malang. Penunjukkan lokasi usaha mitra UMKM tersebut juga disesuaikan dengan area sasaran pembagian Ricebox per kecamatan setiap harinya,” urainya.

DPD Kota Malang membagikan 50 Rice Box setiap harinya, 7 hari berturut-turut. Sasaran pembagian adalah pangkalan angkot, pangkalan ojek online dan konvensional, supeltas, tukang parkir, jupang terminal, pedagang, masyarakat yang terdampak pandemi serta warga isoman yang datanya didapat dari Bro and Sis yang ada di level DPC dan DPRt.

Sesuai instruksi pusat, kegiatan ini memang diawali dengan pembagian 50 Rice Box selama 7 hari, dan ini juga menjadi bahan evaluasi DPP kepada DPD, seberapa jauh yang berada di level kota / kabupaten bisa merangkul dan berbagi untuk masyarakat sekaligus merangkul pelaku UMKM kuliner yang tentunya merasakan dampak yang signifikan sejak pandemi muncul.

Nantinya, bila program ini berjalan dengan baik dan tepat sasaran, PSI Kota Malang akan semakin yakin untuk melanjutkan program ini untuk Kota Malang sesuai dengan instruksi dan SOP dari pusat.

Pada dasarnya, kegiatan ini tidak hanya sekedar pemenuhan kewajiban sebuah parpol untuk membantu, namun melalui kegiatan ini PSI Kota Malang mencoba terjun ke masyarakat secara langsung, meninjau bentuk kebutuhan masyarakat di tengah pandemi.

“Mungkin, apa yang kami berikan untuk masyarakat bisa dikatakan bukan sesuatu yang mewah, namun kami berharap melalui kegiatan sederhana ini, kami juga memiliki kesempatan untuk berkomunikasi secara langsung, karena kami ingin meyakinkan bahwa secara nyata PSI hadir, kerja untuk rakyat,” tandasnya.

“Salah satunya, ketika PSI Kota Malang melakukan pembagian Rice Box hari pertama tanggal 6, kami membagikan kepada pengemudi angkutan umum. Saat proses pembagian berlangsung, kami sempat ngobrol singkat dengan rekan-rekan paguyuban angkot, dari situ ada poin-poin aspirasi yang bisa kami tangkap. Semoga nantinya bisa menjadi catatan dan realisasi nyata untuk rekan paguyuban angkot,” paparnya.

Ia menjelaskan, kegiatan ini penting dijalankan kala pandemi. “Sangat penting dijalankan saat pandemi.
Secara umum, semua lapisan masyarakat terdampak pandemi. Sebuah nasi kotak atau Rice Box bisa jadi sangat berarti untuk rakyat yang kehilangan penghasilan sejak pandemi. Belum lagi warga isoman, yang minim fasilitas kebutuhan isolasi mandiri, jangankan untuk masak, bergerak saja tidak mudah. Memang, banyak juga warga isoman yang ter-back up oleh perangkat warga, RT/RW, paguyuban hingga kelurahan, tapi ada juga warga isoman yang betul-betul membutuhkan bantuan. Pembagian untuk warga isoman, tim militan kader PSI Kota Malang sangat memperhatikan SOP Prokes,” imbuhnya.

“Selain itu, PSI Kota Malang juga membantu pelaku UMKM kuliner, dengan isian Rice Box yang kami order ke mitra UMKM tersebut. Jadi, kami hanya mengirimkan box dan sendok PSI ke UMKM, mereka yang memasak dengan menu sesuai standar Rice Box PSI, dan dana juga dari PSI. Semoga dapat menambah penghasilan mitra UMKM tersebut,” harapnya.

Tim Militan Kader PSI kota Malang bukan kali pertama bergerak langsung ke masyarakat selama pandemi berjalan.

“Bulan Juli, kami membagikan 10,000 masker dengan sasaran pasar tradisional maupun modern. Beberapa anggota tim Militan Kader PSI Kota Malang juga menjadi relawan vaksin. Jadi, kami juga menjaga Prokes, agar kami tetap sehat, dan selalu bergerak untuk rakyat,” tukasnya.

“Harapan PSI Kota Malang, segala bentuk kegiatan untuk rakyat dapat bersinergi maksimal dari hulu ke hilir. Baik dari jaringan kaum elit poltik, legislatif maupun eksekutif, pengusaha, pelaku UMKM, hingga ke berdampak masif untuk masyarakat Kota Malang, ” pungkasnya. (had)