Pekan Ketahanan Pangan, Diisi Bimtek dan Penyerahan Bantuan

Foto: Kadispangtan Kota Malang saat memberikan bantuan kepada petani. (ist)

BACAMALANG.COM – Agenda Pekan Ketahanan Pangan yang diadakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Malang (Dispangtan), diisi kegiatan Bimtek dan penyerahan bantuan ke sejumlah perwakilan Gapoktan Rabu (24/3/2021).

“Alhamdulillah Kami mengadakan Bimtek dan penyerahan bantuan kepada Gapoktan dalam acara pekan ketahanan pangan yang berlangsung sukses,” tegas Kepala Dispangtan Kota Malang, Ir. Ade Herawanto, MT.

Seperti diketahui, pada Rabu, 24 Maret 2021, digelar Kegiatan : Bimtek peningkatan produktivitas tanaman padi di Kota Malang dan penyerahan simbolis bantuan kepada 25 orang dari kelompok tani, penerima bantuan.

Pada Sesi 1 diisi Kabid Dispangtan Kota Malang berupa kegiatan pendampingan pemberian tanaman pendukung pertanian. Kegiatan bimtek ini akan ditindaklanjuti dengan pelaksanaan bantuan pemberian benih padi kepada poktan dan gapoktan tingkat kecamatan pada bulan April 2021. Tujuan dilaksanakannya bimtek untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para petani dan kelompok tani dalam meningkatkan produktivitas tanaman.

Lahan menyusut

Selanjutnya pada sesi 2 diisi Eny selaku Sekretaris Dinas Dispangtan Kota Malang, Ia mengatakan, lahan pertanian di Kota Malang secara luasan jauh dari kata maksimal, tahun 2021 sesuai informasi dari kabid pertanian lahan berkurang dari 1040 ha sekarang hanya mempunyai 995 ha.

Hal ini merupakan suatu pelajaran dalam pergeseran pembangunan perkotaan memang pertanian sedikit demi sedikit tergeser beralih ke pertanian perkotaan atau pada era milineal ini diharapkan pertanian itu tetap ada.

Untuk memaksimalkan lahan yang seperti ini pihaknya tetap mendampingi bapak/ibu petani yang masih konsisten. ” Terima kasih untuk tidak bergeser dari sektor pertanian, bagaimanapun juga sektor pertanian merupakan ujung tombak kita dalam hal pangan,” tuturnya.

Ia menjelaskan, tujuan bimtek ialah memberikan wawasan karena juga menghadirkan narasumber dari BPTP yang membahas teknologi tepat guna dilaksanakan pada lahan yang sempit tetapi produktivitasnya tinggi.

Cara Cerdas Budidaya Padi

Acara dilanjutkan, sesi 3 dengan narasumber Rohmad Budiono, SP., M.Sc dari balai BPTP memberikan paparan materi tentang Cara Cerdas Budidaya Padi.

Ia mengungkapkan, produktivitas semakin menurun karena dipaksa terus dengan segala cara dan teknologi dengan terbatasnya tenaga. Kemudian hama penyakit semakin banyak dengan selisih cuaca ekstrim siang panas, malam dingin itu merupakan asal mula hama penyakit.

Ia juga menyebutkan, pentingnya Pemanfaatan Teknologi dan Teknologi cukup banyak yang bisa diakses oleh para petani untuk mencari informasi mengenai hal-hal pertanian.

Ia mengungkapkan, tujuan bimtek perlu rumusan/dirampungkan dari sekian banyak teknologi agar mudah penerapannya sehingga petani lebih mudah untuk mendapat berita/informasi.

Rohmad juga menjelaskan berbagai hal penting lainnya. Yaitu meliputi :
a. Teknologi atau paket teknologi jajar legowo, SRI, ASTON, TABELA, PTT, JOKOSUPER, dan MTS.
b. Teknologi berpengaruh pada naik turunnya produksi antara lain pupuk, populasi, air dan hama penyakit.
c. Target kenaikan produksi nasional 7,5% dan perkotaan 2%.
d. Varietas INPARI 33 tidak direkomendasikan karena susah dirontok meskipun menggunakan mesin akan kotor yang hancur jeraminya dan meskipun dikatakan toleran pada kenyataannya itu tidak tahan terhadap penyakit dengan kata lain perawatannya sulit.

Dari sekian banyak varietas padi yang direkomendasikan yang paling baik adalah kualitas INPARI 30 karena produksi sangat tinggi dan rendemen tinggi. INPARI 32 menyamai CIHERANG.

d. Bantuan Alsintan khususnya traktor yang harus dimodifikasi (diganti rodanya) agar memudahkan petani di lahan.

e. Merubah mindset tidak hanya pungut hasilnya, berkewajiban menjaga tanahnya, tidak harus dengan pupuk kandang, bisa menggunakan pupuk yang lain yang mana 1 ha 2 kg, harga 1 kg tidak lebih dari Rp 50 ribu.

f. Prinsip dasar yang harus dipahami adalah semakin muda umur bibit produksi semakin tinggi.

Diskusi dan Penyerahan bantuan

Sesi diskusi terasa gayeng dan seru karena banyak peserta aktif bertanya. Salah satu pertanyaan adalah : Apakah ada efek dari semai basah?

Jawab : Selama air tidak mengalir, tidak masalah. N/urea cepat menguap/mengurai, interval pemberian pupuk 2 minggu sekali. Kalau lahan kering, cepat keringnya. Pupuk PK untuk perbaikan akar/jaringan dan pertumbuhan tanaman. Lebih baik diberikan diawal tanam. Pupuk N (urea) akan diproduksi olleh tanaman menjadi gabah.

Pertanyaan berikutnya : Kenapa di pagi hari padi berbunyi “kresek”?

Jawab : Suara tersebut berasal dari pemberian urea terlalu pagi sehingga urea akan bergesekan dengan embun. Saran sebaikanya pemupukan dilakukan diatas pukul 8 pagi.

Pertanyaan lain : Berapa persen pemberian pupuk?

Jawab : 300 kg/ha PK dan 350kg/ha N (urea). Pupuk PK diberikan sebanyak 100% diawal tanam dengan ketentuan tidak boleh lebih dari 2 minggu dan interval pemberian pupuk tiap 2 minggu. Pupuk N (urea) diaplikasikan sebanyak 2x dengan interval waktu pemberian tiap 2 minggu.

Selanjutnya, penyerahan bantuan simbolis kepada Petani dilakukan oleh Ade Herawanto. Yaitu penerima meliputi : Perwakilan dari kelompok tani dari Kecamatan Lowokwaru, Sukun, Kedung Kandang. Bantuan Simbolis Berupa : benih INPARI 32 dan 33 per 5 kg, dan peralatan mesin pertanian berupa cultivator. (*)