Pemdes Mojorejo Rutin Gelar Donor Darah Tiap 3 Bulan Sekali

Kegiatan bhakti sosial donor darah di kantor Desa Mojorejo. (Eko)

BACAMALANG.COM – Pemerintah Desa Mojorejo bersama dengan PMI Kabupaten Malang berkolaborasi dengan menggelar kegiatan acara bhakti sosial donor darah, pada Senin (6/9/2021).

Kegiatan itu diagendakan dengan interval vaktu setiap tiga bulan sekali secara sukarela dan rutin, yang diikuti seluruh staf, kepala desa beserta warga masyarakat Desa Mojorejo.

“Kegiatan donor darah ini diharapkan menjadi percontohan bagi desa atau kelurahan lainnya di masing-masing wilayah Kota Batu, sebagai wujud bentuk kepedulian sosial,” kata Rujito, Kepala Desa Mojorejo, saat diwawancarai awak media, usai ikut mendonorkan darahnya.

Menurut dia, kegiatan donor darah yang selama ini terlaksana hanya dilakukan oleh perorangan atau masyarakat yang tergabung dalam komunitas, kemudian organisasi, instansi, TNI dan Polri.

“Tentu dengan pencanangan desa donor darah siaga akan lebih mudah, tersistematis dan mendekatkan kepada masyarakat yang berada di tingkat dusun, RT atau RW dan desa,” ujarnya.

Rujito menjelaskan, kegiatan donor darah secara rutin dengan interval waktu setiap tiga bulan sekali itu, warga masyarakat tidak hanya mendonorkan darahnya saja.

“Akan tetapi, peserta donor darah akan lebih mudah berkomunikasi dan terorganisasi untuk mengajak, memberi edukasi dan menjelaskan manfaat donor darah kepada masyarakat di Kota Batu,” tukas dia.

Lanjut dia, mengingat kebutuhan akan darah sangat dibutuhkan oleh sebagian masyarakat yang saat ini sedang membutuhkan transfusi darah.

“Sehingga perlu kesadaran masyarakat untuk menyumbangkan darahnya, agar bisa membantu menolong nyawa orang lain,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Panji selaku koordinator sekaligus pendonor darah dari PMI Kabupaten Malang menyampaikan, bahwa pencanangan program desa donor darah siaga sebagai upaya PMI untuk meningkatkan partisipasi terhadap masyarakat, untuk mendonorkan darahnya secara sukarela.

“Ya, sekaligus mengedukasi kepada masyarakat akan manfaat donor darah, serta menimbulkan jiwa kepedulian terhadap kebutuhan darah dalam membantu sesama,” papar dia.

Menurutnya, pencanangan program desa donor darah bertujuan sebagai wadah pengerahan dan pelestarian pendonor darah yang ada di desa-desa.

“Sehingga nantinya bisa membantu menjaga stok ketersediaan darah secara cepat dan sukarela,” ucapnya.

Diuraikan Panji, pihaknya mengapresiasi dan menyampaikan dukungannya atas terlaksananya kegiatan donor darah di Desa Mojorejo sebagai desa donor darah siaga.

“Ke depannya kami berharap kegiatan yang sama dapat diikuti oleh desa lainnya untuk berkontribusi nyata, dalam membantu memenuhi kebutuhan darah di Kota Batu, agar nantinya lebih memasyarakat lagi, sehingga bisa lebih meluas secara wilayah,” tandasnya. (Eko)