Pemkot Malang Izinkan Bioskop Beroperasi

Foto: Petugas menyemprot desinfektan pada waktu sebelum maupun jeda penayangan film di bioskop Movimax Dinoyo. (ned)

BACAMALANG.COM – Pemerintah Kota Malang akhirnya memberikan izin atas beroperasinya kembali bioskop di Kota Malang. Hal ini tentunya memberikan kabar gembira kepada pencinta film layae lebar di Kota Malang.

“Bioskop sudah bisa beroperasi, tentu dengan syarat menggunakan aplikasi peduli lindungi,” kata Wali Kota Malang, Sutiaji, Rabu (15/9).

Sutiaji menjelaskan, bahwa tidak ada syarat khusus dalam operasional bioskop di Kota Malang. Secara umum, persyaratannya hampir sama dengan syarat saat pembukaan bioskop sebelumnya.

“Kapasitas 50 persen, gak boleh makan dan minum di dalam bioskop. Intinya sama dengan sebelumnya, yang penting menggunakan peduli lindungi,” papar Sutiaji.

Sementara itu, Pengelola Movimax Kota Malang, Rulya Febrina mengungkapkan, bahwa seluruh pengelola bioskop yang tergabung dalam Gabungan Pengelola Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) akan membuka bioskop serentak pada 16 September 2021 mendarang.

“Dari keseluruhan bioskop yang ada di Indonesia, memang kami serentak buka 16 September besok. SE terkait semestinya hampir sama, kapasitas 50 persen dengan ketentuan scane barcode peduli lindungi dan prokes seperti saat kita buka di PPKM berlapis lapis itu,” katanya.

Dia mengaku telah menyiapkan segala fasilitas penunjang protokol kesehatan mulai pintu masuk hingga di dalam gedung bioskop. Dia juga menegaskan bahwa pihaknya sudah siap beroperasi kembali.

“Tinggal kesadaran dari pengunjung menyiapkan aplikasi peduli lindungi. Kami juga sudah vaksin semua untuk karyawan kita,” imbuhnya.

Dalam pembukaan kembali bioskop tersebut, pihaknya telah menyiapkan beberapa film unggulan. Diantaranya, Shang Chi and the Lagend of the Ten Rings, Fash & Forious 9, The Suicide Squad, dan Black Widow.

“Kami berharap masyarakat bisa tervaksin semua, sehingga kehidupan kita bisa beroperasi tanpa menutup kembali masalah perbisnisan bidang pariwisata ini. Karena wisata di Kota Malang lagi rapuh, semoga bisa pulih kembali,” beber Rulya Febrina. (Lis/red)