Pemulihan Ekonomi Pasca Pelandaian Kurva Pandemi, Begini Komitmen LEMI PB HMI

Caption : Direktur Eksekutif Bakornas LEMI PB HMI 2021-2023, Sudirman Hasyim. (ist)

BACAMALANG.COM – Terkait pekerjaan besar Nusantara dalam pemulihan ekonomi pasca pelandaian kurva pandemi Covid-19, Badan Koordinasi Nasional LEMI (Lembaga Ekonomi Mahasiswa Islam) PB HMI berkomitmen memberikan berbagai kontribusi positif-konstruktif.

“Hampir seluruh negara di dunia dibuat kalang kabut untuk menghadapi pandemi Covid-19 tidak terkecuali Indonesia. Indonesia hampir saja menjadi episentrum pandemi, menggeser China, Amerika dan bahkan India,” tegas Direktur Eksekutif Bakornas LEMI PB HMI 2021-2023, Sudirman Hasyim, baru-baru ini.

Pendapat ini disampaikan pada momen Pelantikan Pengurus Bakornas LEMI PB HMI 2021-2023 mengusung Tema : LEMI Hadir untuk Indonesia: Pulihkan Ekonomi di tengah Pandemi di Jakarta baru-baru ini.

Dikatakannya, pandemi Covid-19 telah mengubah tatanan global secara dramatis. Terkait masalah ini tidak hanya jadi masalah kesehatan, masalah problem polemik sosial. Namun, penyebaran virus ini juga menjadi penghambat roda perekonomian global.

Berbagai upaya kebijakan dan aturan dibuat oleh pemerintah untuk berusaha memulihkan ekonomi Indonesia menjadi normal kembali, terutama membuat berbagai kebijakan untuk memitigasi dampak Covid-19 dan pelambatan ekonomi dengan membuat Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Covid-19 sangat melemahkan segala sektor yang ada di tanah air ini, sehingga pemerintah dengan berbagai elemen masyarakat maupun kepemudaan melakukan kolaborasi besar-besaran demi pemulihan ekonomi maupun kondisi sosial secara menyeluruh.

Beragam strategi telah digunakan untuk mencoba membangkitkan perekonomian sekalian konsisten mempertahankan tingkat kesehatan publik.

Kebijakan-kebijakan yang diwujudkan oleh pemerintah perlu dianalisis lagi dengan melihat kondisi perekonomian dikala ini, estimasi inovasi dan pendistribusian vaksin, serta rentang waktu manfaat dari kebijakan itu sendiri.

Kondisi perekonomian Indonesia di kala ini sedang tidaklah sehat. Pertumbuhan ekonomi menurut perhitungan Year on Year pada kuartal pertama tahun 2020 menampilkan adanya pelemahan dengan menempuh 2,97% begitu pun dengan data pada kuartal kedua juga menampilkan kemunduran yang dalam sebesar -5,32%, terburuk semenjak tahun 1999.

“Maka dari itu hari ini tidaklah hanya berbicara pada suatu konsep dan gagasan yang hanya sebatas sekedar saja, namun perlu kita ketahui bersama bahwa hari ini kita perlu ambil peran masing-masing sebagai pelaku ekonom langsung dengan skala kapasitas yang kita punyai, Sehingga akan menunjang kelancaran perputaran roda perekonomian yang maksimal,” jelasnya.

“Dengan berbagai masalah yang menimpa bangsa kita akibat pandemi covid-19. Badan Koordinasi Nasional LEMI (Lembaga Ekonomi Mahasiswa Islam) PB HMI akan terus mengawal, memberikan masukan, kritikan dan akan terlibat langsung dalam dalam rangka mensupport pemulihan ekonomi nasional (PEN),” urainya.

LEMI PB HMI periode 2021-2023 mempunyai berbagai bidang struktural cukup kompleksitas dalam menjawab tantangan perkembangan ekonomi Indonesia hari ini, bisa berangkat dari Ekonomi Indonesia yang mulai melemah, dan bisa berangkat dari Ekonomi Indonesia mengalami peningkatan yang membaik.

Semua persoalan yang menyangkut basis ekonomi tentu LEMI PB HMI akan menyoroti dan berkolaborasi dengan pemerintah, demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Disamping itu, masyarakat dan pelaku usaha termasuk UMKM juga mempunyai peran yang strategis dalam mempercepat pemulihan ekonomi Indonesia.

Pemerintah memberikan kemudahan/stimulus fiskal dan moneter, seyogyanya disambut dengan positif oleh pelaku usaha dengan menggerakkan usahanya secara baik.

Peluang peluang inilah yang harus dimaksimalkan oleh kalangan pemuda dan masyarakat bahu membahu untuk berperan sebagai pelaku usaha.

“Perlu kita sadari bersama Untuk mencapai cita-cita dan tujuan PEN , terdapat 3 (tiga) kebijakan yang perlu kita usahakan menjadi prioritas yaitu peningkatan konsumsi dalam negeri, peningkatan aktivitas dunia usaha serta menjaga stabilitasi ekonomi dan ekspansi moneter. Kebijakan tersebut dilaksanakan secara bersamaan dengan sinergi antara pemegang kebijakan fiskal, pemegang kebijakan moneter dan institusi terkait,” ungkapnya.

“Salah satu penggerak ekonomi nasional adalah konsumsi dalam negeri, semakin banyak konsumsi maka ekonomi akan bergerak. Karena, Konsumsi sangat terkait dengan daya beli masyarakat, inilah yang harus kita dorong untuk dimaksimalkan,” pungkasnya. (had)