Penambahan Tersangka dan Unsur Kesengajaan, Kejati dan Tim Advokat Aremania Satu Pemahaman Soal Tragedi Kanjuruhan

Tim Advokat Aremania memberikan keterangan pers. (ist)

BACAMALANG.COM – Perjalanan penanganan kasus usut tuntas memasuki fase baru yakni adanya kesamaan pemahaman (pandangan) antara Kejaksaan Tinggi (Kejati) dan Tim Advokat Aremania untuk dua hal yaitu penambahan tersangka (TSK) dan adanya unsur kesengajaan di Tragedi Kanjuruhan.

“Hasil dari diskusinya dengan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati Jatim) adalah mereka menemukan kesamaan pandangan terkait laporan yang diberikan kepolisian,” tegas Anggota Tim Advokat Aremania Menggugat, Djoko Tritjahjana, belum lama ini.

Dikatakannya pihak Kejati juga menganggap laporan yang diberikan pihak kepolisian masih belum lengkap.

“Kami menyampaikan kajian hukum kami kepada Aspidum Kejati, Bapak Sofyan, terkait alasan kenapa kami ingin memasukkan pasal 338 dan pasal 340 juncto 55 dan 56. Dan ternyata, dari kajian Kejati pun memiliki pandangan yang sama dengan kami,” ujarnya.

Dijelaskannya, petunjuk yang diberikan oleh Kejati kepada pihak kepolisian yaitu adanya unsur kesengajaan dan penambahan tersangka. “Dari kejaksaan, jika petunjuk yang diberikan kepada laporan kepolisian tidak dilaksanakan maka laporan tersebut akan terus dikembalikan kepada pihak penyidik,” lanjutnya.

Sementara itu, Anggota Tim Advokat Aremania Menggugat, Yiyesta Andaru menyampaikan 3 poin penting dari diskusi mereka dengan Kejati Jatim, yaitu sebagai berikut :

  1. Adanya unsur kesengajaan dalam Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan banyak pihak.
  2. Kejaksaan memberikan petunjuk kepada pihak penyidik untuk menambahkan tersangka, dari 6 tersangka yang sudah disebutkan.
  3. Jika kedua hal di atas tidak dilaksanakan oleh penyidik, maka kejaksaan tinggi akan mengembalikan laporan tersebut kepada penyidik untuk segera disempurnakan. (*/had)