Pencalonan Khofifah Menuai Kontroversi, Ini Reaksi Alumni FH UA

Caption : Kandidat bottom up, Abdul Kadir Jailani (AJK). (ist)

BACAMALANG.COM – Kontroversi pencalonan Khofifah menjadi Ketua Umum Ikatan Alumni (IKA) Universitas Airlangga (Unair) pada kongres yang akan berlangsung pada 3 Juli 2021 nanti terus berlanjut.

Hal ini dipicu adanya klarifikasi dari Yusni soal alasan IKA Komisariat Fakultas Hukum Unair di media online baru baru ini.

Alumni FH UA yang saat ini menjabat Sekjen Dewan Kesenian Jatim yang sekaligus Ketua Dewan Kesenian Surabaya Chrisman Hadi turut memberikan reaksi.

“Jelas cak Yusni hanya berkilah alias cuma bikin dalih saja. Kilah itu bisa jadi didorong oleh pendekatan kepentingan pragmatis,” tandas Chrisman Hadi.

Seperti diketahui, dalam pernyataan di media online sebelumnya Yusni mengatakan bahwa salah satu alasan mencalonkan Khofifah karena yang bersangkutan tinggal di Surabaya, sedangkan calon lain Abdul Kadir Jailani yang merupakan Alumni FH UA sendiri tinggal di Jakarta.

“Jelas itu juga dalih yang tidak cermat. Sebab Cak Yusni sendiri sebagai Ketua IKA FH UA juga nyatanya tinggal di jakarta juga,” tuturnya.

“Sekarang ini era teknologi tinggi maka alasan domisili adalah dalih yang tidak cermat. Sebab jangankan berbeda kota, presiden pun beberapa kali pernah menggelar rapat kabinet secara daring untuk memimpin negeri ketika Presiden sedang berada di luar negeri atau selama musik pandemi ini,” jelasnya.

ABDUL KADIR, ASPIRASI BOTTOM UP

Chrisman menyoroti visi misi dan filosofi berdirinya IKA UA bukanlah untuk perihal yang pragmatis, karena itu cara berpikir untuk memilih Ketua IKA UA berbeda dengan memilih ketua parpol.

“Logika yang disampaikan Yusni ketika mengusung Mbakyu Gubermen itu jelas cara berpikir untuk mengusung ketua parpol dengan kata lain bangunan logis argumen yang disampaikan benar-benar mengedepankan kepentingan pragmatis, ketimbang cara berpikir visi misi dan dasar filosofi berdirinya IKA UA,” tukasnya.

Yusni oleh Chrisman dinilai telah mengabaikan aspirasi bottom up dari banyak alumni yang bukan pengurus IKA FH UA.

“Harusnya kalau Cak Yusni bijak maka beliau akan memunculkan dua nama untuk direkomendasikan. Pertama Mbakyu gubernur bersumber dari aspirasi ketua IKA FH UA dan kedua AKJ yang muncul secara bottom up dari aspirasi banyak kalangan alumni yang jumlahnya lebih dari 500 orang,” imbuhnya.

Karena dianggap mengabaikan aspirasi tersebut, maka menurut Chrisman yang sekarang menggeluti profesi sebagai advokat ini memandang pengusulan Khofifah perlu dipertanyakan legitimasi faktualnya sebab banyak kalangan alumni yang ternyata aspirasinya diabaikan begitu saja oleh Pengurus IKA FH UA yang selama menjabat tidak pernah jelas apa kontribusinya bagi organisasi Alumni FH UA.

8 Kandidat

Hingga kini, ada delapan kandidat yang diusulkan maju dalam Kongres IKA UA periode 2021-2025 secara berurutan sesuai rekom yang dimiliki:

  1. Khofifah Indar Parawansa (FISIP’84)
  2. Indra Nur Fauzi (FEB’94)
  3. Paulus Totok Lusida (FF’84)
  4. Hendy Hendarto (FK’80)
  5. Moh. Adib Khumaidi (FK’92)
  6. Abdul Kadir Jailani (FH’88)
  7. Dimas Oky Nugroho (FISIP’96)
  8. Kohar Hari Santoso (FK’80).

Delapan calon Ketua Umum IKA Unair yang diusulkan oleh berbagai delegasi kongres telah menyatakan kesediannya dan telah memenuhi syarat. Kongres IKA Unair akan diselenggarakan pada 3 Juli 2021 di Airlangga Convention Center akan dihadiri 121 peserta, sebagai utusan 40 delegasi, selebihnya dewan pertimbangan dengan pelaksanannya offline dan online. (*/had)