Pendapatan Terjun Bebas, Pedagang Kecil Ini Tetap Bertahan

Caption : Usaha Kuliner Sate Tahu dan Aneka Ikan Bakar Oyonid bertahan di tengah pandemi. (ist)

BACAMALANG.COM – Terpuruknya sektor ekonomi terdampak Pandemi Covid menjadikan rakyat Indonesia mencari solusi demi mempertahankan dapur tetap ngebul. Berbagai jalan inovasi harus ditempuh di kondisi sulit seperti saat ini untuk bisa menafkahi keluarga.

Kisah inspiratif mekanisme survival (kiat bertahan hidup) dari Nafi Nurfadilah yang berjualan ikan bakar dan sate tahu di Dinoyo Kota Malang berikut diharapkan menjadi motivasi di tengah kerasnya perjuangan hidup di tengah Kota Malang yang kini telah menjadi metropolitan.

“Kami membuka usaha jualan ikan bakar dan sate tahu. Kalo sate tahu dimulai sejak tahun 2020. Kalo ikan bakar sejak 2009,” terang Pemilik Usaha Kuliner Sate tahu dan Aneka Ikan Bakar Oyonid Nafi Nurfadilah.

“Kami berjualan ini untuk memperbaiki ekonomi keluarga. Untuk modal jualan ikan bakar dulunya Rp 700 ribu. Dan modal Sate tahu Rp 300 ribu,” tegasnya.

“Untuk Ikan bakar omset Rp 900 ribu/hari. Sate tahu Rp 400/hari. Alasan orang membeli biasanya karena ingin mengkonsumsi sate tapi takut untuk mengkonsumsi karena beberapa sebab misalnya kolesterol tinggi, alergi, sampai hipertensi,” paparnya.

“Pembeli disini mulai anak kos, sampai karyawan. Ada juga pembeli dari Karyawan dept store (matahari). Mereka beli karena dinilai aman dikonsumsi dan bisa untuk lauk makan,” jelasnya.

“Kami prihatin selama pandemi omset menurun 40 %. Kiat kami agar bertahan adalah tetap menjaga stabilitas rasa. Yang terpenting kualitas rasa. Sebelum pandemi memang ramai,” tukasnya.

“Biasanya sebelum pandemi buka jam 17.00 -21.00 WIB sudah habis. Selama pandemi buka jam segitu sampe jam 9 malam stock masih ada sisa. Semoga pandemi hilang, Indonesia aman, ekonomi gampang, serta kondisi perekonomian membaik,” pungkasnya. (had)