Penderita Omicron di Indonesia Tembus 500 Kasus, Psikolog UB: Tetap Berpikir Positif

Sekretaris Jurusan Psikologi Universitas Brawijaya, Ika Herani S.Psi., M.Psi. (ist)

BACAMALANG.COM – Covid-19 masih ada. Saat ini varian Omicron terus menyebar. Data pada Senin (10/11/2022), terdapat total 509 kasus penderita varian Omicron di Indonesia. Kondisi ini tentunya menjadi perhatian semua pihak, salah satunya di kalangan akaedmisi.


Sekretaris Jurusan Psikologi Universitas Brawijaya, Ika Herani S.Psi., M.Psi memberikan tips agar warga tak panik dan tidak lengah dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.


“Lebih asertif juga kepada orang lain untuk saling mengingatkan, menjalankan dan menerapkan prokes,” ungkapnya, Rabu (12/1/2022).


Pakar Psikologi Kesehatan ini juga menyarankan agar warga tetap mengikuti berita yang ada namun mulai membatasi dan tidak impulsif.


“Jangan mudah percaya kepada berita hoaks. Pastikan keandalan berita yang kita baca atau dengar terlebih dahulu. Jangan mudah menyebarkan berita yang tidak benar,” tegas Ika Herani.


Dia juga meminta agar tiap warga tetap berpikir positif meski saat ini penyebaran varian Omicron terus terjadi.


“Fokus pada masa depan, karena mencegah lebih baik daripada mengobati dan selalu berpikir positif,” ujarnya.


Meski demikian Ika Herani menganggap situasi psikologis warga saat terjadinya varian Delta lebih mencekam dibandingkan dengan kasus Omicron saat ini. Ia menyebut bahwa salah satu penyebabnya adalah saat itu kondisi vaksin belum merata.


“Hasil penelitian pada periode itu menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan kita juga tergolong sedang, sehingga rentan tertular,” imbuhnya.


Menurut Ika, kondisi saat ini kepatuhan warga sebenarnya relatif, namun info yang disebarkan media berbeda sehingga kecemasan individu lebih meningkat.


“Kalau yang pandemi ketiga ini sudah dijelaskan lebih detail harus apa untuk mencegah dan jika mengalami. Sementara di sisi lain memang mereka yang telah vaksin merasa lebih secure dan aman. Tapi kembali lagi, harus tetap jaga prokes dan jangan sampai lengah,” tegasnya.


Ia berharap warga memiliki sikap positif terhadap gerakan vaksinasi untuk mencegah penambahan penderita Omicron ini. (ned/lis)