Pendiri NII Crisis Centre Minta Waspadai Fenomena “Bunglon” Atas Penangkapan Terduga Teroris Pegawai BUMN

Caption : Pendiri NII Crisis Centre Ken Setiawan. (ist)

BACAMALANG.COM – Seperti viral diberitakan media, Tim Densus 88 Antiteror menangkap terduga teroris, S di Jalan Bangau IX, RT 3 RW 23, Kelurahan Harapan Jaya, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, baru-baru ini.

Pendiri NII Crisis Centre Ken Setiawan, minta masyarakat mewaspadai fenomena “Bunglon” atas penangkapan terduga teroris pegawai BUMN tersebut.

“Kami mengharapkan masyarakat agar waspada sebab saat ini jaringan teroris merubah pola dan menyatu dengan masyarakat seperti bunglon, bisa jadi ada di sekitar kita tapi kita tidak tahu,” tutur Ken Setiawan.

Ken juga tidak memungkiri bahwa mereka kini telah banyak menyusup di kalangan pemerintahan, bahkan di kalangan aparat TNI POLRI, termasuk di perusahaan plat merah BUMN.

“Jika pemerintah tidak menganggap ini serius, maka ini akan jadi preseden buruk bila membiarkannya, jangan salah bila suatu saat mereka besar maka energi negara akan terkuras dan disibukkan untuk mengurus jaringan teroris ini,” tukasnya.

Sekilas info, terduga teroris S dari jaringan Jamaah Islamiyah (JI) ditangkap Tim Densus 88 Antiteror.

Haris Fadillah, Ketua RT di lingkungan tempat tinggal terduga teroris S, mengatakan, bahwa warganya itu sehari-harinya bekerja di salah satu perusahaan pelat merah alias BUMN.

“Dia tuh (S) kerja di Kimia Farma di Pulo Gadung. Selain aktif bekerja di perusahaan BUMN, kata Hari, S juga mengelola yayasan yatim piatu,” tegasnya. (*/had)