Pengabdian Masyarakat, LPPM Universitas Trunojoyo Madura Ajak Budidaya Jagung di Dataran Tinggi

Foto: Hasil pertanian jagung. (ilustrasi)

BACAMALANG.COM – Jagung (Zea mays sp.) adalah salah satu tanaman pangan penghasil karbohidrat yang terpenting di dunia, selain gandum dan padi. Bagi sebagian penduduk masyarakat indonesia jagung merupakan salah satu cadangan makanan pokok pertama selain beras. Pada masa kini, jugung juga sudah menjadi komponen penting pakan ternak. Penggunaan lainnya adalah jagung mulai dapat dijadikan sebagai sumber minyak pangan dan bahan dasar tepung maizena. Berbagai produk turunan hasil jagung menjadi bahan baku berbagai produk industri farmasi, kosmetik, dan kimia.

Jagung merupakan tanaman model yang menarik khususnya di bidang biologi dan pertanian. Sejak awal abad ke-20, tanaman ini menjadi objek penelitian genetik yang intensif, dan membantu terbentuknya teknologi kultuvar hibrida yang revolusioner. Dari sisi fisiologi, tanaman ini tergolong tanaman C4 sehingga sangat efisien memanmaatkan sinar matahari. Dalam kajian agronomi, tanggapan jagung yang dramatis dan khas terhadap kekurangan dan keracunan unsur-unsur hara penting menjadikan jagung sebagai tanaman percobaan fisologi pemupukan yang disukai.

ist

Penanaman budidaya ini menggunakan jenis jagung tongkol A2 yang dilakukan tempatnya berada di Desa Kalibatur, Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung. Hal ini, dikarenakan Desa Kalibatur memiliki potensi yang sangat tinggi untuk mengembangkan budidaya bertanaman jagung A2 dan berbudiya tanaman jagung sendiri juga mampu meningkatkan ekonomi pertanian di Desa Kalibatur Tersebut. Mahasiswa Pengabdian Masyarakat LPPM Universitas Trunojoyo Madura, Gunawan Agung Laksono awalnya menjelaskan tentang sistem budidaya serta kelebihan dan kekurangan dalam bercocok tanam tanaman jagung. “Kegiatan kami diharapkan dapat mampu menumbuhkan semangat para petani sekitar dalam bercocok tanam tanaman jagung,” ujar Gunawan Agung Laksono, Mahasiswa Pengabdian Masyarakat LPPM Universitas Trunojoyo Madura.

Hal ini juga di ungkapkan oleh Drajat Wicaksono, selaku Dosen Pembimbing Lapang bahwa”Kegiatan pengabdian masyarakat ini sangat penting bagi mahasiswa guna sebagai bekal sebelum kembali sepenuhnya ke lingkup masyarakat. “Hal ini juga selaras dengan harapan Drajat Wicaksono bahwa “kedepan kepada seluruh mahasiswa adalah dapat terus memberikan manfaat kepada masyarakat tentang ilmu yang dimilikinya, karena setiap mahasiswa setelah lulus nantinya mampu mengembangakan potensi yang dimiliki di desa masing-masing,” jelasnya. (*)