Pengabdian Masyarakat LPPM Universitas Trunojoyo Madura Ajak Budidaya Sawi Pakcoy Secara Hidroponik

Mahasiswa KKN-T 66 Universitas Trunojoyo Madura berbagi ilmu terkait penanaman hidiroponik. (Foto: Ist)

BACAMALANG.COM – Hidroponik merupakan salah satu  metode dalam budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan media tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan hara nutrisi bagi tanaman. Sebagia generasi penerus, tentunya perlu mengedukasi tentang budidaya pertanian yang praktis dan mudah.

Pada Jum’at (4/6), mahasiswa Pengabdian Masyarakat LPPM Universitas Trunojoyo Madura berbagi ilmu terkait penanaman hidiroponik menggunakan media sterofoam box pada siswa-siswi MI Wahid Hasyim di Desa Jambangan, Dampit.

Penanaman menggunkan hidroponik mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan dengan penanaman secara konvensional. Sistem hidoponik ini dapat dilakukan pada ruang yang terbatas dan higeinis, tanaman dapat tumbuh lebih cepat, tidak membutuhkan banyak air karena air akan terus disirkulasi atau diedarkan, nutrisi dapat didaur ulang atau disiramkakn pada tanaman biasa, serta tidak adanya pestisida.

Mahasiswa Pengabdian Masyarakat LPPM Universitas Trunojoyo Madura, Raihul Ashari awalnya menjelaskan tentang sistem hidoponik, kelebihan, serta perbedaan dengan penanaman secara konvensional. Kemudian siswa-siswi dapat mempraktekkan langsung mukai proses semai hingga pemindahan di media sterofoam box.

Foto: Siswa-siswi MI Wachid Hasyim di Desa Jambangan, Dampit. (ist)

Jenis tanaman yang dipilih yaitu benih sawi pakcoy atau sawi daging. Pada kegiatan ini menggunakan media utama yaitu sterofoam box, media tersebut didapakan dari wadah bekas buah anggur yang kemudian di modifikasi untuk bisa dijadikan media hidroponik. Alat dan bahan lainnya yang digunakan cukup mudah untuk didapatkan, seperti benih pakcoy, rockwool, gelas plastik, baskom, kain flannel, nutrisi AB Mix, dan air.

“Kegiatan ini kami harapkan dapat menumbuhkan semangat adek-adek tentang dunian pertanian. Hal ini juga menberikan informasi bahwa menanam tidak selalu di swah atau kotor-kotoran, namun kita dapat melakukannya di depan halaman rumah kita,” ujar Raihul, Mahasiswa Pengabdian Masyarakat LPPM Universitas Trunjoyo Madura

Hal ini juga di ungkapkan oleh Fikri Nazarullail, selaku Dosen Pembimbing Lapang bahwa pelatihan hidroponik yang diberikan kepada peserta didik di SD maupun di MI ini banyak memberikan manfaat terutama pada pengetahuan siswa dan masyarakat. “Bahwa menanam itu tidak membutuhkan lahan yang luas, bisa memanfaatkan barang-barang yang ada untuk melakukan penanaman metode terbaru. dan juga memberikan manfaat terkait tentang sikap tanggung jawab untuk menjaga nutrisi dari tanaman tersebut,” jelasnya.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini sangat penting bagi mahasiswa guna sebagai bekal sebelum kembali sepenuhnya ke lingkup masyarakat. Hal ini juga selaras dengan harapan Fikri Nazarullail bahwa “kedepan kepada seluruh mahasiswa  adalah dapat terus memberikan manfaat kepada masyarakat tentang ilmu yang dimilikinya, karena setiap mahasiswa setelah lulus nantinya akan kembali kepada masyarakat untuk mengembangkan potensi yang dimiliki di desa masing-masing,” ungkap Fikri, Dosen Pembimbing Lapang