Pengacara Investasi Bodong: Klien Kami Minta Maaf kepada Korban

Foto: dari kiri, Bahrul Ulum, Suwito dan Yorda Paulina di Pengadilan Negeri Kepanjen. (ist)

BACAMALANG.COM – Sidang perdana perkara penipuan yang mengatasnamakan Bank BRI Syariah dengan total korban mencapai kurang lebih 69 orang digelar di Pengadilan Negeri Kepanjen. Terdakwa investasi bodong tersebut merupakan seorang wanita berinisial MY (30).

“Hari ini adalah sidang perdana perkara dugaan penipuan terhadap klien kami yang sebelumnya telah menjalani proses penahanan di Polres Malang dan Kejaksaan Negeri Malang,” papar Bahrul Ulum,
Pengacara terdakwa MY, Kamis (16/12/2020).

Menurutnya, klien-nya sangat kooperatif dari awal pemeriksaan di Polres Malang sampai dilakukan penahanan. Bahkan saat ini disidangkan di Pengadilan Negeri Kepanjen. “Menurut kami, klien kami sangat jujur dan tidak berbelit-belit,” katanya.

Advokat Alumni Fakultas Hukum Universitas Widyagama ini menambahkan, karena telah menceritakan dengan jujur dan runtut bagaimana perbuatan yang dilakukan sehingga didakwa dengan pasal 378 KUHP.

MY yang diketahui asli Sumatera ini, kata dia, hasil penipuan yang dilakukan ini tidak semua dinikmati untuk dirinya sendiri. Melainkan juga diberikan kembali sebagian kepada korban berupa cindera mata, hadiah – hadiah berupa handphone, televisi, perhiasan emas, dan lain sebagainya. “Yang mana klien kami menikmati beberapa persen saja yang cukup untuk menyambung hidupnya,” terangnya.

Artinya, kata pria yang akrab disapa Ulum ini, kabar yang beredar diluaran tidak sepenuhnya benar bahwa kliennya telah menikmati uang dari hasil penipuannya tersebut hingga miliaran rupiah. Sehingga korban dan khalayak umum menduga jika hasil dari investasi bodong miliaran rupiah tersebut dinikmati sendiri.

Untuk itu, dengan etikat baik dari MY, pihaknya bersama kedua penasehat hukum lainnya meminta maaf kepada semua para korban atas perbuatan yang dilakukan klien MY. “Dalam hal ini, MY berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya, sehingga merugikan banyak orang,“ pungkasnya.

Seperti diketahui, sidang perdana terdakwa MY perkara dugaan investasi bodong yang mengatasnamakan BRI syariah digelar di Pengadilan Negeri Kepajen via daring agar efektif serta aman dari penyebaran virus covid-19. (Wit/yog)