Pengembangan Kasus Gratifikasi 2011-2017, Toko Miras “Nusantara” Juga Digeledah KPK

Foto: Toko Nusantara. (eko)

BACAMALANG.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan sejumlah penggeledahan dan pencarian berkas-berkas dokumen di lingkungan Pemerintah Kota Batu, Jalan Panglima Sudirman, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu, Kota Batu sejak Rabu (6/12021) kemarin, hingga Kamis (14/1/2021) hari ini.

Beberapa diantaranya kantor dinas yang digeledah KPK adalah Dinas Pekerjaan Umum, dan Penataan Ruang (DPUPR), Dinas Pariwisata, Dinas Pendidikan, Dinas Komunikasi dan Informasi, Dinas Penanggulangan Kebakaran, dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Kota Batu.

Terhitung, sudah tujuh hari tim penyidik KPK menggeledah sejumlah kantor dinas, termasuk juga ruang kerja Wali Kota Batu Dra. Hj. Dewanti Rumpoko, M.Si.

Kali ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah dinas Wali Kota Batu Dra. Hj. Dewanti Rumpoko, M.Si yang berlokasi di Jalan Panglima Sudirman, No.98, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu, Kota Batu.

Tim penyidik KPK pada saat melakukan pengeledahan, juga masih mendapat pengawalan ketat dua aparat keamanan, yakni dari Polres Batu.

Juru Bicara KPK Ali Fikri, saat dihubungi awak media melalui pesan aplikasi singkat WhastApp (WA) mengatakan, bahwa merupakan langkah pengembangan kasus dugaan tindak pidana korupsi gratifikasi di lingkungan Pemerintah Kota Batu tahun 2011-2017.

“Ya, benar tim penyidik KPK melakukan penggeledahan di rumah dinas Wali Kota Batu pada Kamis ini, tim penyidik KPK kembali melaksanakan penggeledahan di dua lokasi, pertama rumah dinas Wali Kota Batu,” kata Jubir KPK Ali Fikri, Kamis (14/1/2021).

Jubir KPK Ali Fikri menjelaskan, bahwa selain melakukan penggeledahan di rumah dinas Wali Kota Batu, tim penyidik KPK juga menggeledah salah satu rumah staf pribadi mantan Wali Kota Batu.

“Tim penyidik KPK juga menggeledah salah satu rumah staf pribadi mantan Wali Kota Batu,” terang Jubir KPK Ali Fikri.

Selain itu, pada Rabu (13/1/2021) kemarin, KPK juga menggeledah ke salah satu toko yang menjual minuman keras di Kota Batu, yakni Toko Nusantara, hal itu juga berkaitan dengan kasus dugaan gratifikasi pada 2011-2017.

“Hari Rabu kemarin, tim penyidik KPK melanjutkan kegiatan penggeledahan ke salah satu toko yang ada di Kota Batu, yakni Toko Nusantara. Selama proses penggeledahan, sementara ini belum ditemukan barang bukti yang terkait dengan perkara dugaan kasus gratifikasi 2011-2017,” ungkap Jubir KPK Ali Fikri.

Saat menggeledah Toko Nusantara, tidak ada yang menduga bahwa tim penyidik KPK melakukan penggeledahan di sana. Bahkan, petugas parkir dan karyawan di toko itu juga tidak mengetahui.

“Gak tau ya mas, tapi kata orang-orang toko dari KPK,” tandas petugas parkir yang enggan disebutkan namanya.

Secara keseluruhan, terhitung sejak Selasa lalu dan Kamis hari ini, total sudah ada 14 lokasi yang digeledah KPK.

Selain melakukan penggeledahan, KPK juga telah memeriksa dua orang saksi terkait kasus tersebut. Saksi Moh Zaini yang merupakan pemilik PT Gunadharma Anugerah, terkait dugaan pemberian sejumlah uang, agar bisa mendapatkan proyek di Pemerintah Kota Batu.

Kemudian, KPK juga meminta keterangan dari Kristiawan yang merupakan mantan pengurus rumah tangga Eddy Rumpoko, terkait dugaan perantara untuk menerima sejumlah uang dari para kontraktor, dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Pemkot Batu. (Eko)