Pentingnya Penanaman dan Penguatan Pendidikan Karakter Sejak Dini

ist

Oleh : Jesica Putri Ayu Sabrina Indrianingsih,
Mahasiswa Jurusan Akutansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang

Pendidikan karakter dari sejak dini baik dalam sekolah maupun di luar sekolah, karena hal ini dapat mempengaruhi sikap, perilaku dan pikiran anak. Sebelum kita membahas lebih lanjut tentang pentingnya pendidikan karakter mari kita pahami terlebih dahulu apa itu pendidikan?. Pendidikan adalah sebuah proses mempelajari dan memahami tentang lingkungan sekitar, pengetahuan, dan keterampilan. Karakter sendiri adalah sifat atau watak ada di dalam diri manusia dari sejak lahir dan dapat berkembang sesuai dengan kebiasaan dan keyakinan dalam kehidupan sehari-hari.

Pendidikan awal atau pendidikan utama adalah dari keluarga. Keluarga merupakan hal besar yang turut mempengaruhi sikap, perilaku dan pikiran anak. Tidak hanya itu lingkungan pergaulan dan pertemanan juga dapat mempengaruhi karakter anak. Kita ambil contoh dari kasus pembullyan anak yang terjadi di tahun 2019 merupakan salah satu contoh kurangnya menanamkan pendidikan karakter pada anak. Peristiwa ini juga berdampak besar bagi korban terhadap sikap, perilaku dan pikiran, mungkin akan lebih tertutup dan takut untuk berteman atau bahkan menutup diri untuk bersosialisasi.

Pendidikan karakter di sekolah juga tidak kalah penting, sekolah merupakan pendidikan kedua yang turut mempengaruhi karakter anak. Oleh karena itu semua individu harus mengerti apa saja fungsi, tujuan dan nilai-nilai yang terdapat dalam pendidikan karakter sendiri. Fungsi pendidikan karakter adalah sebagai berikut.

a. Menggali, memahami, dan mengembangkan potensi atau bakat minat yang di miliki
oleh setiap individu agar setiap individu memiliki sikap, perilaku, dan pikiran yang
berbudi luhur.

b. Menguatkan, memahami dan memperbaiki peran dalam masyarakat agar dapat
menempatkan diri untuk melaksanakan kewajiban dan tanggung jawabnya.

c. Memfilter atau menyaring baik budaya yang ada di dalam negeri maupun di luar negeri
agar sesuai dengan nilai-nilai karakter dan budaya yang berbudi luhur.

Setelah kita mengetahui apa fungsi pendidikan karakter sehingga pendidikan tersebut dianggap penting, selanjutnya kita akan mengetahui apa saja tujuan pendidikan karakter. Secara umum pendidikan karakter bertujuan untuk membentuk anak agar menjadi individu yang bermartabat dan berbudi luhur. Tujuan pendidikan karakter adalah sebagai wadah sosialisasi karakter terhadap anak untuk mengatasi segala permasalahan yang terjadi dan yang akan terjadi sehingga mampu mengatasinya dengan baik tanpa mengabaikan nilai-nilai budaya bangsa yang luhur dan menjadi individu yang kokoh dan tangguh. Nilai-nilai budaya bangsa yang luhur ini adalah nilai-nilai yang menjadi ciri khas masyarakat bangsa, menurut Kementerian pendidikan dan kebudayaan menetapkan bahwa ada lima nilai karakter utama yang diprioritaskan agar dapat mengembangkan dan menguatkan dalam pendidikan karakter yaitu:

a. Nilai religius, beriman kepada Tuhan yang Maha Esa diwujudkan dalam perilaku menjalankan ajaran dan keyakinan agama, menghargai perbedaan agama, menjaga
sikap toleransi terhadap pengamalan ibadah agama dan keyakinan lain, rukun dan
damai dengan pemeluk agama lain. Penerapan nilai-nilai karakter bersifat religius
tersebut diwujudukan dalam sikap cinta damai, toleransi, menghargai perbedaan agama
dan keyakinan, kerjasama antar umat beragama, anti-bullying, menjalin persahabatan,
menjunjung kejujuran.

b. Nilai nasionalis, adalah cara berpikir, berperilaku, dan bertindak dapat menunjukkan
kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi baik terhadap Bahasa, lingkungan
fisik, sosial, budaya, politik, dan ekonomi bangsa yang mendahulukan kepentingan
bangsa dan negara di atas kepentingan sendiri maupun kelompok. Nilai nasionalis ini
terwujud dalam sikap menghargai budaya sendiri, pelestarian kekayaan bangsa, rela
berkorban, unggul dan berprestasi, cinta tanah air, dan disiplin.

c. Nilai integritas, nilai-nilai yang menjadi dasar suatu perilaku yang dilandasi oleh upaya
untuk menjadi pribadi yang dapat dipercaya baik dalam perkataan maupun perbuatan,
setia terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan moral. Nilai ini juga mencangkup sikap
bertanggung jawab sebagai warga negara yang berpartisipasi aktif melalui tindakan
maupun perkataan.

d. Nilai mandiri, yaitu sikap dan perilaku yang tidak bergantung pada orang lain dan
menggunakan seluruh tenaga, pikiran dan waktu agar harapan, impian, cita-cita
terwujud. Anak-anak mandiri memiliki etos kerja yang baik, tangguh, bersemangat,
berani.

e. Nilai gotong royong, tercermin dari tindakan menghargai semangat kolaborasi dan
bekerja sama untuk memecahkan masalah bersama membina komunikasi dan
persahabatan, memberikan bantuan kepada orang yang membutuhkan. Anak- anak diharapkan dapat menunjukkan rasa hormat terhadap orang lain, mampu bekerja sama,
inklusif, mampu berkomitmen pada keputusan bersama, mencapai mufakat, saling
membantu, memiliki empati dan solidaritas yang tinggi, anti kekerasan, dan suka rela.

Setelah mengetahui lebih dalam tentang pendidikan karakter kita dapat mengerti seberapa pentinganya penanaman dan penguatan pendidikan karakter sejak dini, anak- anak merupakan generasi penerus bangsa sehingga kita harus menjaga dan menanamkan nilai-nilai dan norma-norma yang berbudi luhur agar anak-anak dapat bersikap, berperilaku, dan berpikir baik. Indonesia tidak kekurangan orang-orang pintar, orang-orang hebat hanya saja Indonesia kurang orang-orang yang memiliki empati, simpati dan dapat bersikap baik sesuai dengan budaya Indonesia yang terkenal dengan orang-orangnya yang ramah. Pendidikan menjadi salah satu penyumbang terbesar akan kemajuan negara, karena dengan pendidikan merupakan pupuk bagi benih atau bibit yang akan tumbuh dan berkembang. Oleh karena itu, pendidikan karakter menjadi penting dan menjadi pendidikan utama.

Penulis : Jesica Putri Ayu Sabrina Indrianingsih,
Mahasiswa Jurusan Akutansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang

Editor : Rahmat Mashudi Prayoga, Redaktur BacaMalang.com

Sumber rujukan:
https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2017/07/penguatan-pendidikan-karakter-jadi-pintu-masuk-pembenahan-pendidikan-nasional