Penyalahgunaan Pupuk Subsidi Berhasil Dibongkar, Polda Jatim Sita 279,45 Ton

Polda Jatim sita barang bukti penyalahgunaan pupuk bersubsidi. (ist)

BACAMALANG.COM – Kasus penyalahgunaan pupuk bersubsidi berhasil diungkap oleh Direktorat Kriminal Khusus Polda Jawa Timur. Hal ini sebagai tindak lanjut perintah kapolri untuk mengawasi ketersediaan, distribusi dan stabilitas harga, khususnya minyak goreng dan pupuk.

“Kami jajaran Polda jatim beserta polres didukung Dinas Pertanian dan Perdagangan, mengumpulkan informasi terkait masalah pupuk. Karena kita ketahui Jatim adalah salah satu lumbung padi terbesar di Indonesia. Sehingga ketersediaan padi juga tergantung ketersediaan pupuk,” kata Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta, Senin (16/5/2022).

Ditambahkannya, dalam periode Januari – April. Tim mengumpulkan informasi dan penyelidikan dan didalam kegiatannya berhasil mengungkap adanya penyimpangan didalam ketersediaan pupuk, distribusi maupun harga. Barang bukti yang diamankan sebanyak 5.589 sak atau 279,45 ton.

“Kami dari Polda Jatim dan jajaran telah mengungkap 14 Laporan Polisi yang telah dibuat dengan tersangka sebanyak 21 orang, didalam prosesnya 3 diantaranya ditangani ditreskrimsus polda jatim, bahwa ini berada di 9 Kabupaten, Banyuwangi, Jember, Nganjuk, Ngawi, Ponorogo, Tuban, Blitar, Sampang dan Lamongan,” tambahnya.

Sementara modus operandi, pertama tersangka membeli pupuk bersubsidi, kemudian mengganti bungkus sak dengan non subsidi. Sehingga harga berbeda, dimana pemerintah telah menetapkan harga eceran Rp 115.000 namun dengan diganti sak sehingga petani membeli dengan harga bervariasi mulai dari harga Rp 160.000 – 200.000.

“Modus kedua menjual dengan harga eceran tertinggi, kadang kadang petani sangat butuh akan membeli padahal ini tidak boleh. Sedangkan modus lain, mengelabui petugas dengan cara menjual pupuk diluar wilayah area. Yang ditangkap oleh polda ini rencana yang akan dikirim ke Kalimantan Timur dengan kapal,” lanjutnya.

Hal ini, lanjut dia, nantinya akan terus dikordinasikan dengan stakeholder terkait dimana selanjutnya untuk dilakukan pencegahan. Apalagi sesuai dengan perintah Kapolri, seluruh jajaran Polda – Polda untuk aktif dalam membantu pemulihan ekonomi nasional

“Kami akan koordinasikan lebih lanjut yaitu terkait dengan RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Tani). Karena dari situ nanti kita akan mendapatkan gambaran jumlah pupuk dari masing masing kabupaten,” paparnya.

Hadir dalam kesempatan ini, Direktur Reserse Kriminal Khusus polda Jatim Kombes Pol Farman, Kabid Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Jatim, Ahli Madya Fungsional Sarpras Dinas Pertanian Jatim dan Kabid Humas Polda Jatim Kombes Dirmanto. (*/yog)