Penyekatan di Exit Tol Madyopuro, 123 Mobil Diputar Balik

Foto: Petugas gabungan melakukan penyekatan di exit tol Madyopuro, Jumat (14/5/2021). (ist)

BACAMALANG.COM – Diduga karena ingin coba-coba melakukan mudik di hari kedua Lebaran, sebanyak 123 mobil dipaksa putar balik oleh petugas gabungan.

“Itu dari penjagaan shift 1 yang dilakukan mulai pukul 07.00 s/d 23.00 WIB oleh petugas gabungan dari unsur Pemkot, Polresta dan Kodim 0833, “ujar
Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, Heru Mulyono.

Hari ke 2 (14/5 ’21) Idul Fitri 1422 H, petugas gabungan penyekatan memutar balik 123 mobil yang akan masuk Malang melalui pintu exit tol Madyopuro.

Mantan Camat Klojen ini juga mengutarakan bahwa penyekatan juga tetap diikuti dengan pemeriksaan suhu tubuh dan juga rapid antigen.

Untuk hari pertama Lebaran (13/5 ’21), di titik yang sama hanya 5 unit mobil yang diputar balik..”Bisa jadi kenapa hari ke-2 banyak kendaraan diputar balik, mungkin banyak yang coba-coba,,” ujar alumni STPDN tersebut.

Sementara itu, selama 2 (dua) hari Idul Fitri tercatat ada penambahan kasus positif Covid sebanyak 18 dan yang sembuh sebanyak 19 orang.

“Itu semua belum menjadi indikasi atau dampak dari liburan atau mudik lebaran. Karena itu adalah tracing atas kasus-kasus sebelumnya,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Husnul Muarif.

Ditambahkan pria yang juga merangkap selaku Direktur RSUD Kota Malang tersebut, hingga kini (14/5 ’21) jumlah positif yang dalam pantauan untuk Kota Malang sebanyak 21 orang.

Pada kesempatan berbeda, Walikota Malang Sutiaji, tetap menginstruksikan kepada jajarannya untuk terus memonitor perkembangan hingga tingkat RT dan RW.

“Tetap saya tekankan, untuk deteksi kemungkinan pendatang yang mungkin bisa lolos dari penyekatan pada pintu pintu utama. Meski sepintas semua masih flat, tapi dari pengamatan kondisi jalan selama 2 (dua) hari relatif tidak padat (lengang), maka ada beberapa kemungkinan. Bisa jadi warga banyak yang tidak kemana-mana hanya di rumah saja atau bisa pula warga kota yang sempat keluar Kota Malang,” terang Sutiaji. (*/had)