Perindo Desak Persidangan Tragedi Kanjuruhan Digelar Terbuka untuk Membangun Kepercayaan Masyarakat

Kabid Hukum Internal Organisasi DPP Perindo Christophorus Taufik. (ist)

BACAMALANG.COM – Ketua Bidang Hukum Internal Organisasi DPP Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Christophorus Taufik, mendesak persidangan Tragedi Kanjuruhan digelar terbuka untuk membangun kepercayaan masyarakat.

“Kami mendesak untuk digelarnya sidang secara terbuka. Harusnya sidang ini digelar terbuka agar transparan untuk membangun kepercayaan masyarakat. Karena kalau terbuka semua orang bisa mengikuti. Semua orang bisa tahu bahwa itu prosesnya memang transparan,” kata Chris.

Seperti diketahui kasus tragedi Kanjuruhan telah menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri Surabaya dengan agenda mendengar saksi untuk dua terdakwa, yakni Security Officer Suko, Sutrisno dan Ketua Panpel Arema FC, Abdul Harris.

Ia menyebutkan, dengan digelar secara tertutup maka akan semakin banyak menimbulkan prasangka-prasangka liar dari masyarakat karena tidak transparan.

Ia menjelaskan transparansi penting agar tidak saling curiga.

“Transparansi sangat perlu dengan mengingat adanya suasana kebatinan saling curiga yang berkembang di tengah masyarakat terhadap proses hukum sejak awal,” sambungnya.

Ia melanjutkan, berhubung proses persidangan ini masih dalam tahap awal, ia meminta kepada pihak terkait penyelenggara sidang untuk menggelar secara terbuka. Jika masalah keamanan menjadi hal yang dikhawatirkan, maka menurutnya bisa terbuka secara online.

“Yang berlangsung sekarang ini (datang) fisik tidak boleh, online tidak boleh lah terus gimana mengikutinya?,” ujarnya.

Dalam rangkaian sidang maka akan banyak fakta-fakta persidangan baru yang bermunculan. Hal itu bisa menjadi perkembangan kasus tersebut salah satunya dalam hal penetapan tersangka baru.

Pihaknya meminta dan berharap sidang-sidang selanjutnya akan digelar secara terbuka sebagaimana permintaan dari keluarga korban dan juga Aremania. Dengan begitu, masyarakat akan percaya dengan jalannya persidangan yang menewaskan 135 orang tersebut.

“Dari proses sampai dilimpahkannya perkara ini yang kita lihat lima (terdakwa) itu kan yang sudah dilakukan penyelidikan, penyidikan, sampai pelimpahan berkas, dan sekarang diproses di pengadilan, ya kita lihat nanti apakah di dalam perkembangan proses pengadilan ini ada penambahan lagi atau tidak dari tersangka yang sudah ada sekarang,” pungkasnya.(*/had)