Peringati 7 Hari Wafatnya Rektor Unira Malang, Ini Harapan Mahasiswa untuk Penggantinya

Caption : Udin dan Dhivya bersama Rektor UNIRA (Alm) di Santika Polres Malang. (ist)

BACAMALANG.COM – Tujuh hari pasca wafatnya Rektor UNIRA Malang Dr Hasan Abadi MAP, masih menyisakan kenangan dan harapan dari sejumlah mahasiswa.

Menariknya banyak mahasiswa yang justru mahasiswa baru (Maba) merasa sangat kehilangan padahal intensitas interaksi dengan mendiang rektor baru seumur jagung dan sesaat saja.

“Kalau semisal ada rektor pengganti mungkin bisa humble kepada mahasiswa seperti pak Rektor Hasan,” tandas Mahasiswa Ekonomi Bisnis Prodi Manajemen Semester 2 UNIRA Malang, Divia Agustin, Senin (15/3/2021).

Seperti diketahui, wafatnya Rektor UNIRA Malang Dr Hasan Abadi MAP pada 8 Maret 2021 dan dikebumikan di Wajak meninggalkan kenangan dan memori mengesankan bagi banyak orang.

Pertemuan pertama sekaligus terakhir

Dara dengan panggilan akrab Dhivya ini mengatakan, dirinya bertemu rektor sebelum menjalankan kegiatan Grand Final Duta Pancasila Kabupaten Malang. Dirinya adalah salah satu peserta.

“Saya bertemu pak rektor pada saat acara menuju Grand Final Duta Pancasila Kabupaten Malang di aula Santika Polres Malang pada 27 Oktober 2020. Pada saat itu saya tidak diwawancarai pak rektor. Waktu itu selesai acara Kita dari perwakilan UNIRA sekitar 11 peserta berfoto bersama dengan pak rektor. Dan pesan beliau tetap belajar dan jaga kesehatan. Dan itu tanpa disangka adalah pertemuan kali pertama dan terakhir mengingat saya pada saat itu masih maba,” urai Dhivya.

Humoris, murah senyum dan humble

Ia mengatakan sosok Hasan Abadi adalah pribadi yang humoris, murah senyum dan humble. “Pak rektor adalah sosok rektor yang humble, murah senyum, dan humoris. Nilai keteladanan yang bisa diambil dari rektor adalah kerendahhatiannya itu yang menurut saya Subhanaallah sekali,” jelasnya.

Sementara itu mahasiswa lainnya dari
Fakultas Ilmu Sosial dan ilmu Politik Semester 2, Syafi’uddin mengatakan, dirinya terkesan dengan sifat sederhana dan ramah mendiang.

“Terakhir kali saya bertemu sama pak rektor adalah pada tanggal 23 Februari 2021, saat melakukan validasi pembayaran UKT. Tepatnya di ruang tunggu. Saat itu pak Rektor Hasan Abadi lewat dan melihat ada beberapa yang tidak memakai masker. Beliau dengan kalem berkata “Rek. Maskere digawe”. Karna ada yang tidak punya beliau kembali ke ruang kantornya dan mengambil sekotak masker lalu dibagi-bagikannya,” imbuhnya.

Ia menjelaskan dirinya terkesan dengan sifat sederhana dan ramah. ” Kesan saya terhadap pak Rektor adalah dengan sifat sederhananya dan sifat ramah. Itu yang membuat Mahasiswa suka terhadap pak Rektor. Jujur saya sekarang masih Semester dua tapi saya sudah seperti lama mengenal pak Rektor, karena pak rektor adalah orang yang sangat terbuka,” ungkapnya.

Ia mengatakan, banyak sekali nilai-nilai teladan yang bisa diambil dari pak rektor,. “Yaitu dari sifat kesederhanaannya, keterbukaannya serta keramahannya dan banyak lagi bisa diteladani,” urainya.

Ia berharap agar rektor pengganti mendiang mempunyai kharisma yang sama dengan Hasan Abadi. ” Harapan saya yaitu untuk pak rektor yang akan datang, semoga dia adalah orang yang memiliki sifat yang sama karismatiknya dengan pak Hasan Abadi,” terang Udin mengakhiri. (had)