Peringkat UKMPPD UNISMA Selalu Naik

Foto; Rektor Unisma Prof Masykuri saat memberikan keterangan pers. (ist)

BACAMALANG.COM – Selama beberapa tahun ini, peringkat Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (ÜKMPPD) Universitas Islam Malang (UNISMA) selalu mengalami peningkatan.

“Terkait UKMPPD Kita sudah ikut mulai tahun 2012 jadi UKMPPD pertama itu sekitar tahun 2010 itu sudah ada UKMPPD, terus Kita baru masuk UKMPPD pada tahun 2012,” tandas Dekan FK Unisma periode 2019-2023, dr. Rahma Triliana, M.Kes, P.hD.

Ia menjelaskan, lulusan pertama juga 100 persen. Waktu itu 5 orang karena memang kebetulan cuman 5, dan sekarang perlahan-lahan selalu berada dalam lulusan UKMPPD diatas 85%. Dalam 3 tahun terakhir itu capaian lulusan first taker, jadi lulus langsung ujian langsung lulus itu rata-rata 90%. ‘Alhamdulillah tiga kali ujian terakhir bulan Februari 2020 kemudian Agustus 2020 dan terkhir kemarin bulan Februari 2021 lulusan Kami berturut- turut 100%. Di dalam laporan itu 98% karena di Februari itu ada 33 yang Kami daftarkan tapi 1 mengundurkan diri,” imbuhnya.

Lulusan first taker Unisma di 98,6% dengan peringkat nasional nomor 2. Pihaknya mendapat pemberitahuan dari UKMPPD setiap setahun sekali, jadi bisa mengevaluasi performa FK selama 2019 dan di 2020.

Sebelumnya di 2019 ranking 5 dengan kelulusan 94,6%, sekarang di 98,6%, lulusan Februari 100% persen, sehingga 3 kali berturut turut 100%.

Terkait dengan proses pembelajaran tetap menganut proses belajar basis Kompetensi yang dilaksanakan sistem blok didalamnya termasuk pembelajaran pesantren selama satu tahun, kemudian proses co-ass di RS.

Ditambah juga RS Porong di Sidoarjo itu sebagai forensik, kemudian satu RSJ di Lawang karena itu terkait dengan proses pembelajaran untuk kesehatan jiwa dan mental.

Kinerja dari semua orang itu sinerginya baik dan anak-anaknya juga baik sehingga prestasi tiga kali berturut-turut ini 100%. Semua juga tidak luput dari bantuan, dukungan dan juga support dari rektorat dan juga dari orang tua mahasiswa menjalankan tradisi-tradisi tertentu terkait dengan ujian selalu minta anak-anak pulang minta restu orang tua terus ada proses bimbingan kemudian ada proses istighosah bersama, kadang-kadang anak-anak melakukan kegitan seperti khataman Quran, kemudian ke anak yatim dsb.

Ujian bukan hanya sekadar belajar tapi juga aku pasrah dengan hasil ujian ini,
Bagaimanapun pihaknya hanya bisa berusaha karena hasil ada di tangan Allah SWT, harus selalu berupaya dan meminta bantuan kepada-Nya dan tetap berusaha.

Unisma juga menerima beasiswa dari Kemenag mendapatkan kuota yakni 2 orang untuk Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB).

Dengan memiliki first taker yang tinggi, kesempatan anak anak mengambil pendidikan lebih tinggi jauh lebih besar. Sejauh ini selama 3 sampai 4 tahun terakhir selalu di 90% terus, dengan peserta UKMPPD yang makin lama makin banyak.

523 untuk pendidikan dokter S 1nya, dan pendidikan profesi di rumah sakit itu 223 orang jadi ada 700-an orang di FK Unisma.

Semakin sebuah fakultas kedokteran first takernya banyak makan ada dua konsekuensi terkait dengan mahasiswamya dan satu lagi terkait dengan institusi.

Institusi mahasiswa first takernya lulus banyak, berarti akreditasi secara nasionalnya pun meningkat, dan itu akan mempengaruhi beberapa mahasiswa yang boleh diterima oleh institusi tersebut karena sudah bertahun-tahun diatas 90.

Sebenarnya kuotannya bisa lebih sampai 250, tapi seperti biasa juga menyesuaikan dengan rasio dosen pengajar dan jadi dari itu pihaknya berkesempatan menerima mahasiswa lebih banyak besar kalau lulusan first taker banyak, karena first taker setara dengan kualitas.

Dari 73 Fakultas Kedokteran yang menjalani UKMPPD tahun 2020, Unisma ranking 2 mengalahkan negeri swasta, Diukur dari first taker yang lulus dan prosentase kelulusan.

Inovasi yang dilakukan yaitu mengubah plaform pembelajaran yang semula offline pindah ke online dengan menyiapkan Rencana Pembelajaran Semester yang diupload di dalam sistem.

Pihaknya juga menyiapkan kerjasama dengan vendor terkait dengan jurnal, pembelajaran online terkait dengan keterampilan klinis, juga pembelajaran-pembelajaran lainnya.

Pihaknya juga mengutamakan kesehatan dan keamanan mahasiswa. Selain itu juga memperbaiki kualitas step by step proses pembelajaran yang konsekuensi memang memperpanjang masa studi, dan itu juga sudah disampaikan ke orang tua dan dibantu universitas menghapus biaya selama masa-masa mereka tidak menjalani pendidikan.

“Harapannya anak-anak yamg co-ass di pandemi, itu kan ujiannya tahun ini, jadi itu harapannya tetap bisa 100 %. Semua co-ass FK Unisma sudah divaksinasi, 223 sudah vaksinasi tahap 1 dan 2. Jadi Kita mencari balance dalam pembelajaran yang baik, alhamdulillah mendapat support orang tua, mahasiswa, fakultas dan universitas,” pungkasnya. (*/had)