Perjalanan Sunyi Rani Jambak, Kombinasi Hunting dan Nomaden Pertemukan Dirinya dengan Keagungan Sang Khalik

Caption : Rani Jambak. (ist)

BACAMALANG.COM – Musisi pemburu bunyi Rani Jambak mempunyai genre musik yang unik- idealistik yang kadang sulit dicerna orang awam.

Menjalankan flash back lika-liku kariernya dalam bermusik dipadu dengan refleksi mendalam bertahun-tahun ia merangkum dalam sebuah pementasan bergengsi yang mampu membius khalayak.

“Saya berasal dari Minangkabau yang lahir dan besar di tanah rantau. Sebagai seorang seniman yang idealis, sejak tahun 2013 saya mencoba mencari jatidiri saya secara mendalam,” papar Rani Jambak, Jumat (12/11/2021).

Ia menceritakan sejak saat itu memulai proses pencarian, yaitu penelusuran kembali identitas dirinya yang terdalam.

Ketertarikannya pada musik dan suara, membawanya kembali mengunjungi tanah leluhurnya untuk merekam berbagai suara, dan mencoba menemukan serta memahami jiwa Minangkabau yang ada di dalam dirinya.

Lebih jauh, status “perantau” yang sangat melekat pada dirinya semenjak lahir, membuatnya memutuskan untuk menjalani kehidupan “nomaden”.

Demi sebuah eksplorasi untuk menemukan dan merekam suara-suara alam, serta menjadikannya sebagai pilihan perjalanan hidup yang ditempuhnya.

Perjalanan “perburuan” suara-suara ini tidak saja membuatnya berpindah secara fisik, ia juga mengalami berbagai hal yang bersifat non-fisik. Banyak nilai-nilai pembelajaran kehidupan yang ditemukannya dalam proses “memburu” suara.

“Perjalanan sunyi ini seolah jadi kombinasi antara hunting dan Nomaden. Alhamdulillah meski terkadang melelahkan, saya bersyukur banyak dipertemukan dengan keagungan Sang Khalik. Hal ini membuat nilai spritualitas saya bertambah” paparnya.

Rani Jambak merasakan adanya benang merah yang sama, terlebih dalam hal filosofi yang diajarkan oleh nenek moyang di setiap daerah persinggahannya, yaitu: keterkaitan antara manusia dengan alam, baik dalam dimensi alam fisik maupun alam spiritual.

Perbedaan suara-suara dari berbagai daerah di Nusantara, baik suara yang dihasilkan oleh alam, maupun yang berupa produk budaya masyarakat, membuatnya berjumpa dengan banyak kejutan, dan menyaksikan kebesaran, kemegahan, serta keindahan dari “sesuatu yang lebih besar” dari apapun di dunia ini.

Karya ini menjadi sebuah refleksi perjalanan dan pencarian yang masih akan terus berlanjut, seiring dengan bertambahnya koleksi rekaman beragam sumber suara dari berbagai tempat yang dikunjunginya.

Kali ini, ia merajut suara-suara yang dikumpulkannya dalam kurun 3 tahun terakhir, yang berasal dari Medan, Bahorok, Sumatera Barat, Solo, Yogyakarta, Jakarta, Bali, dan Lombok, dalam sebuah karya komposisi terbarunya: Merantau.

Bagi pembaca yang ingin menyimak perform tersebut bisa mengunjungi : https://youtu.be/c9WvrUGPczM.

Link YouTube ini berisi penampilan Pekan Komponis Indonesia hari kedua, Rani Jambak dalam Karya Merantau. Minggu, 7 November 2021, mulai pukul 19.00 WIB di virtual event Pekan Komponis Indonesia 2021, Channel YouTube, Dewan Kesenian Jakarta. (had)