Perkara Dugaan Mark Up Anggaran Publikasi Media di Sekwan DPRD Batu, Begini Update Kejari Batu

Kasi Intelejen (Kasi Intel) Kejaksaan Negeri Batu, Edi Sutomo, SH., MH. (Eko)

BACAMALANG.COM – Kejaksaan Negeri (Kejari) Batu usai melakukan gelar eksose perkara dugaan korupsi di DPRD terkait anggaran publikasi yang sedang ditangani penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres. Hal ini dibenarkan Kasi Intelejen (Kasi Intel) Kejaksaan Batu, Edi Sutomo, SH.  MH, melalui ponselnya, pada Sabtu (26/2/2022).

“Ya, kemarin Rabu tanggal 23 Februari 2022 Pukul 13.00 WIB di Rupatama Kejari Batu dilaksanakan giat ekspose gelar perkara Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus), terkait adanya dugaan tindak pidana korupsi di Kota Batu,” kata Edi sapaan akrabnya.

Hadir dalam giat tersebut Kajari Batu Dr. Supriyanto, SH. MH, Kasi Tindak Pidana Khusus Endro Riski Erlazuardi, SH., MH,  Kasi Perdata & TUN Muhammad Bayanullah, SH., MH, Kasi PBBBR Andhika Nugraha T, S.E., SH., MH, Kasubagbin Devi Eko Istiawan, dan para Jaksa.

“Kita tegaskan lagi, kemarin itu ekspos pengiriman berkas perkara dari penyidik Polres Batu, penyidikan dugaan di Sekwan Batu,” paparnya.

Diungkapkan dia, jika hal itu masih dalam proses pra penuntutan berkas perkara. “Berikutnya kalau nanti memamg sudah selesai penelitian dan bagainya alat buktinya kalau sudah lengkap, maka Jaksa penyidik Kejaksaan Batu bisa menentukan sikap P21,” tegasnya.

Dengan proses penyidikan ini, lanjut Edi, kalau memamg sudah bisa P21, menurutnya akan ada pelimpahan berkas perkara beserta barang bukti (BB) nya. “Dari penyidik Polres ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Batu, lalu kemudian JPU melimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Surabaya,” pungkasnya.

Acara berlangsung dengan tetap memperhatikan Protokol Kesehatan, guna menekan angka penyebaran Covid-19 di Kota Batu.

Sekadar diketahui, bahwa dugaan mark up anggaran publikasi dan indikasi pemalsuan tanda tangan di Sekretariat Dewan, DPRD Kota Batu tersebut, saat itu telah ditangani penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Batu.

Apalagi tim penyidik Tipikor Polres Batu juga sudah memintai keterangan beberapa saksi. Di antara para saksi itu adalah dari kalangan wartawan dari beberapa media massa yang bertugas di wilayah Kota Batu. 

Dugaan mark up dan indikasi pemalsuan tanda tangan pencairan anggaran iklan di Sekwan DPRD Kota Batu yang dimaksud, pada saat itu telah dibenarkan dari salah satu rekan wartawan isial IH, yang telah diperiksa sebagai saksi di Polres Batu beberapa waktu lalu.

Inisia IH mengaku bersama beberapa rekan wartawan lain sudah dimintai keterangan di ruang Tipikor Polres Batu. Disitu diketahui ada beberapa tanda tangan dan besaran anggaran yang tertera di kwitansi, misalnya senilai Rp 2 juta. Itu bukan tanda tangan dirinya. Selanjutnya, IH mengaku besaran pembayaran uang iklan yang diterima dirinya hanya senilai Rp 1 juta, sedangkan di kwitansinya tertera Rp 2 juta.

Untuk diketahui lagi, terkait dugaan mark up anggaran publikasi tersebut, saat itu penyidik Polres Batu telah memeriksa puluhan wartawan untuk dimintai keterangan. Dan dugaan tersebut, melibatkan puluhan pelaku perusahaan media yang ditegarai di mark up dan terindikasi pula ada tanda tangan yang dipalsukan, saat pencairan uang publikasi maupun kerjasama publikasi dengan wartawan. (Eko)